Liburan kali ini, aku menghabiskan waktu ku untuk belibur ke Korea. setelah beberapa jam aku di pesawat, kini aku menapakkan kaki ku di Bandar Udara Internasional Gimpo, yang terletak di Seoul, ibukota Korea Selatan. Dengan diantarkan sebuah taksi, aku menuju Myeong Dong, sebuah pemukiman di kota Seoul yang berlokasi antara Chungmuro, Euljiro, dan Namdaemun-ro. Myeongdong adalah kota favoritku setiap aku berkunjung ke Korea Selatan.

Di Myeongdong, aku bisa melihat beberapa tempat yang menjadi lokasi syuting dua serial drama favoritku, Princess Hours dan Boys Before Flowers. Dan masih banyak hal yang bisa aku temukan di sini, aku bisa menemukan Mc Donald dan KFC di kota ini. Aku juga bisa ber-shooping ria di empat toserba terkemuka di Myeong Dong, dimana lagi kalau bukan Migliore, Lotte Department Store, Avatar, dan High Harriet. Dan aku bisa mendapatkan barang-barang dari brand lokal maupun internasional seperti H&M, GAP, Zara dan Uniqlo. Aku juga bisa menemukan outlet kosmetik Korea yang terkenal seperti Etude dan Face Shop. Serta dibagian selatan Myeong Dong, aku bisa menemukan stasiun menuju kereta api listrik bawah tanah jalur 4. Sement ara bagian utaranya dekat dengan Stasiun Euljiro 1-ga dari jalur 2.

Indah sekali suasana kota Myeongdong. Sangat berbeda dengan Jakarta. Namun yang paling indah dari kota Myeongdong adalah Lee Byung Jae. Lelaki asal Myeongdong yang ku kenal saat liburan tahun lalu. Kami bertemu di Lotte Departement Store. Waktu itu, aku ingin membelikan T-shirt untuk Tomy, kekasihku di Jakarta. T-shirt itu tinggal satu, aku dan dia sama-sama menginginkannya.

“Untuk kamu saja, “ ucap Lee Byung Jae kepadaku dengan senyuman yang jujur saja menggetarkan hatiku. Membelah kesetiaan yang 3tahun aku pertahankan untuk Tomy.

“Really?” tanyaku tak percaya.

Lee Byung Jae mengangguk pelan. Dan lagi lagi masih dengan senyuman yang semakin membuatnya terlihat tampan. Perawakannya yang tinggi, berkulit putih, bibir tipis dan matanya yang sipit, persis seperti lelaki impianku selama ini.

Lee Byung Jae mengulurkan tangannya. “Byung Jae,” ucapnya memperkenalkan diri.

“Indah, “ ucapku.

“Indonesia?” tanyanya padaku.

Aku mengangguk pelan dan tersenyum tipis padanya.

Byung Jae menemani aku belanja. Dan setelah capek berbelanja, kami  lunch berdua di restoran The Farmer’s Table. Kalau tidak salah, tempat ini pernah menjadi lokasi syuting Boys Before Flowers.

Aku menikmati sarangsang-ku, makanan khas ala Kerajaan Korea yang kini sudah bisa dinikmatai siapa saja. Sementar Byung Jae. Dia asyik dengan kimchi-nya, masakan tradisional Korea.

Setelah selesai lunch, kami kembali menelusi kota Myeongdong yang lumayan rame itu. Kami menghabiskan waktu hingga larut malam.

“Byung Jae, aku harus kembali ke hotel, “ ucapku padanya.

“Ini masih sore Indah, “ katanya.

“No, ini saudah malam!”

Byung Jae melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Byung Jae lalu mengantarkan aku ke Ibis Seoul Myengdong Hotel, tempat penginapanku selama di Myeongdong.

“Makasih ya?” ucapku padanya.

“Sampai bertemu besok, “ ucap Byung Jae yang aku jawab dengan sebuah anggukkan kecil dan senyuman yang lumayan tipis.

©         ©         ©

            Keesokan harinya, Byung Jae benar-benar menepati janjinya. Pagi-pagi sekali Byung Jae sudah menjemputku. Dan rencana hari ini, aku dan Byung Jae akan mengunjungi Nami Island, sebuah pulau yang berada di kawasan Chuncheon, Gangwon-do.

Aku mencapai Nami Island dengan tur bus yang berangkat dari Insandong.

“Byung Jae, kemana kita?” tanyaku yang penuh kebingungan. Karena selama di Korea, aku hanya tahu Myengdong saja. Tapi kali ini Byung Jae mengajakku ketempat yang berbeda.

“Lihat saja nanti,” jawabnya dan masih dengan senyum khasnya.

Byung Jae mengajakku jalan-jalan kesebuah hutan. Pemandangannya sungguh romantis. Aku pernah melihatnya, walau aku baru kali ini mengunjunginya. Dan tiba-tiba ingatanku teringat sebuah drama Korea, Winter Sonata. Yah, ditempat ini Choi Ji-woo dan BaeYong Joon, dua pemeran utama Winter Sonata, sedang memadu kasih.

Aku tak pernah membayangkan sebelumnya, kalau aku akan ketempat ini. Karena ketika aku memutuskan untuk berlibur ke Korea, tujuanku hanya Myeongdong dan Myengdong saja.

Byung Jae menatap lekat diriku. “Kau suka?” tanyanya. Aku mengangguk. “Besok aku akan mengajakmu ketempat yang pastinya kau akan lebih menyukainya,” tambahnya.

Byung Jae menggendongku saat kami menelusuri hutan berdua. Hatiku sungguh senang. Bayangan Tomy, kini benar-benar lenyap dari ingatanku.

Hari berikutnya, Byung Jae kembali membuatku penasaran. Tempat mana lagi yang akan diperkenalkannya padaku?

Aku mengamati sekelilingku. Kalau tidak salah ini wilayah GyeongGi-Do. Yah, benar sekali! Byung Jae mengajakku ke Daejanggeum Theme Park yang merupakan theme park pertama yang dibangun untuk serial drama.

Byung Jae sudah siap dengan kameranya. Aku berfoto-fota diberbagai lokasi syuting Jewel in The Palace, berfoto dengan mengenakan atribut kerajaan,  melihat properti-properti syuting, serta mencicipi makanan ala kerajaan. Sungguh liburan yang sangat menyenangkan sekali.

Selain mengajakku ke Nami Island dan Daejanggeum Theme Park, Byung Jae juga mengajakku ke N Seoul Toweryang terletak di puncak Gunung Namsan. Tempat ini juga pernah menjadi lokasi syutingnya Boys Before Flowers dan Princess Hours.

Dimenara yang dibangun sejak 1969 ini, aku bisa melihat lokasi syuting saat Jun-Pyo (Lee Min Ho) menunggu Jan-Di. Aku juga mengunjungi Teddy Bear Museum. Yaw, yaw, Byung Jae benar-benar memberikan aku pengalaman yang sangat berbeda. Liburan yang berbeda dengan liburan yang lainnya. Rasanya, malas sekali untuk kembali ke Indonesia dan bertemu Tomy yang selalu membuatku jengkel dengan sikap kekanak-kanakkannya itu. Sungguh pribadi yang berbeda antar Byung Jae dan Tomy. Seandainya saja aku tidak sedang menjalin hubungan dengan Tomy???

©         ©         ©

            Hari ini adalah hari terakhir sebelum besok aku terbang menuju Jakarta. Byung Jae mengajakku ke Lotte Word. Byung Jae menemaiku berbelanja oleh- oleh untuk keluarga dan teman-temanku di Jakarta. Tapi sebelumnya, Byung Jae mengajakku ke Disneyland dan mengajakku bermain ice skating berdua. Benar-benar kenangan yang tak bisa aku lupakan.

“Oh ya, waktu itu kau membeli T-shirt untuk siapa?” tanya Byung Jae padaku disaat kami sedang makan siang bersama.

Aku menatapnya dengan keterkejutan? Haruskah aku jujur? Aku masih diam membisu. Ingatanku mengarah ke Tomy. Hampir sebulan aku menghabiskan waktu disini, tapi sekalipun Tomy tak pernah sms aku ataupun menelponku. Sedang apa dia? Apakah dia baik-baik saja?

“Hai, Indah??” panggil Byung Jae yang membuat lamunanku berhamburan.

“Iya,” jawabku kelimputan. “T-shirt itu untuk Tomy, “ ucapku menjawab pertanyaan Byung Jae.

“Kekasihmu?” tanyanya.

Aku mengangguk. Terlihat jelas mimik wajah Byung Jae yang kemudian nampak berubah. Wajah sumringahnya kini terlihat mendung. Yaw, Byung Jae mendadak menjadi pendiam.

“Aku yakin, suatu saat nanti kau akan kembali disini. Ada sesuatu yang kau tinggal disini,” ucap Byung Jae disaat mengantarkan aku ke Bandar Udara Internasional Gimpo.

Dan tiba-tiba saja lamunanku terhenti ketika taksi yang kutumpangi telah sampai di Ibis Hotel Myeongdong. Aku keluar dari taksi dan melangkahkan kakiku masuk menuju hotel.

©         ©         ©

            Sudah seminggu aku berada di Myeongdong, tapi aku belum bertemu dengan Byung Jae. Apa dia telah melupakan aku? Apa dia lupa dengan janjinya? SMS terakhirnya yang mengajakku bertemu di Lotte Word pada liburan musim panas tahun ini, dan ini sudah musim panas.

Setiap hari aku mengunjungi Lotte Word, selalu menunggu Byung Jae. Tapi, sama sekali tidak ada tanda-tanda Byung Jae akan datang menemuiku. “Aku telah memutuskan hubunganku dengan Tomy, dimana kau Byung Jae?” tanyaku pada diriku sendiri.

Seseorang menepuk bahuku dari belakang. Mungkinkah dia Byung Jae? Aku menolehnya. Seorang wanita cantik telah berdiri dibelakangku. “Indah?” tanyanya padaku. Aku menganguk. Siapa dia? Mengapa dia tahu namaku? “Aku Young Jee Jhien, temannya Lee Byung Jae,” tambahnya padaku.

Byung Jae? Dimana dia? “Apa Byung Jae baik-baik saja?” tanyaku pada Jee Jhien.

“Ayow ikut aku,” ucapnya dan mengajakku pergi kesuatu rumah mewah di pinggiran kawasan Myeongdong. Aku melihat seorang lelaki yang sangat kurus sedang duduk di kursi rodanya. Aku kenal betul dengan lelaki itu. Lee Byung Jae, tidak salah lagi.

“Byung Jae, “ panggilku dan perlahan air mataku jatuh membasahi wajahku. Aku mendekat kearah Byung Jae yang hanya diam membisu.

“Kenapa kamu diam saja Byung Jae?” tanyaku dengan berlinang air mata. Aku memeluknya. Namun, sama sekali tak ada respon.

Jeeng Jhie melangkah ke arahku. “Percuma Indah, Byung Jae cacat. Dia mengidap Ataxia, “ ucap Jeeng Jhien padaku. Aku tak percaya mendengarnya. “Ataxia adalah penyakit langka yang sampai saat ini pengobatannya belum ditemukan. Ataxia muncul saat dari bagian sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan, Byung Jae telah mengalami kegagalan dalam sebuah gerak tangan dan kaki, berbicar pun sudah mulai susah, “ tambah Jeeng Jhie menjelaskan.

Aku semakin tak mampu menahan air mataku. Sungguh aku tak percaya. Baru setahun lalu Byung Jae mengajakku berkeliling Seoul, melihat lokasi-lokasi syuting di Korea, tapi saat ini? Berbicra pun tak sanggup.

Aku tahu Byung Jae tidak suka melihatku menangis. Tatapannya nanar. Ada air bening yang sempat mengalir dari sudut matanya. Aku mengusapnya lembut. Ku lihat Byung Jae berusaha mengucapkan sepatah kata, namun selalu gagal.

“Sa,,,,, “ ucpnya terhenti. Tapi aku tahu, Byung Jae bukanlah sosok yang tidak mudah menyerah. “Sa,, rang,, “ ucap Byung Jae yang kembali terhenti. Namun, lagi lagi Byung Jae berusaha mengulangnya lagi. “Sarang, hae,, yo In,, dah, “ ucap Byung Jae padaku.

Aku memeluknya erat, walau air mataku tetap mengalir deras.

©         ©         ©

Witri Prasetyo AjiCerpenLiburan kali ini, aku menghabiskan waktu ku untuk belibur ke Korea. setelah beberapa jam aku di pesawat, kini aku menapakkan kaki ku di Bandar Udara Internasional Gimpo, yang terletak di Seoul, ibukota Korea Selatan. Dengan diantarkan sebuah taksi, aku menuju Myeong Dong, sebuah pemukiman di kota Seoul yang berlokasi...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments