JERITANKU

@witri_nduz

Dear Abi,

Assalamualakum, suamiku yang tersayang…

Abi, hari ini Umi ingin bercerita, tentang semua yang Umi rasakan, tentang semua yang Umi pendam dan Umi tak sanggup lagi menahannya seorang diri.

Bi, dua tahun yang lalu Umi telah menerima pinangan Abi. Itu artinya, Umi siap menerima Abi dan keluarga Abi.

Ya, Umi selalu memposisikan diri menjadi seorang isteri yang baik. Tapi Umi tahu, Umi gagal, Bi. Mama tidak pernah menyukai Umi sebagai pendamping Abi. Apalagi belakangan ini, seseorang di masa lalu Abi tengah datang mendekat kembali.

Bi, Umi tahu dan Umi sadar, Umi belum bisa membahagiakan Abi dengan sepenuhnya, Umi belum mampu memberikan Abi keturunan. Umi tahu, Abi pasti kecewa. Tapi, tolong mengerti perasaan Umi, Bi. Jauh di lubuk hati Umi, Umi merasakan lebih kecewa dan lebih sedih, Umi merasa menjadi wanita yang tak sempurna.

Bi, mungkin hari-hari lalu, Umi masih sanggup menahan hinaan dan cacian dari keluraga Abi, dari Mama, dari Kakak dan Adik Abi. Tapi hari ini, semua terasa sangat menyayat hari. Khalinza—mantan isteri Abi—datang bertandang ke rumah. Membawakan buah-buahan dan makanan kesukaan Mama dan Abi.

Ya, Umi semakin tak dianggap saja. Umi tak lebih dari Mbok Nah (asisten rumah tangga) yang tak dianggap.  Apalagi, Umi dengar suara Mama yang begitu memuji Khalinza. Kesempurnaan Khalinza yang sangat cantik dan berhasil di usahanya. Tapi yang lebih menyayat hati Umi, ketika Mama berkata, “Kalau saja waktu itu Ibrahim tidak menceraikan kamu, Za, mungkin sekarang Mama sudah menimang cucu.”

Air mata Umi tak lagi sanggup Umi tahan, Bi. Hati Umi terasa perih. Segala usaha telah Umi lakukan agar Umi bisa membahagiakan Abi, tapi Umi bukan Tuhan yang bisa menentukan segalanya. Umi hanya mampu berdoa dan berusaha, Bi.

Abi sayang, hari ini Umi memang sangat terluka. Tapi demi Tuhan, Umi tak pernah membeci Mama. Sama sekali tak pernah. Karena Umi sadar, Bi, semua salah Umi. Salah Umi yang belum mampu memberikan Abi bayi yang lucu.

Bi, seandainya membagi Abi dengan perempuan lain memang jalan yang erbaik, maka Umi akan berusaha ikhlas dan merelakannya. Bukan lantaran Umi tak lagi mencintai Abi, tapi bahagia tak cukup milik kita kan, Bi? Ada keluarga Abi yang membutuhkan pengharapan.

Abiku sayang, maafkan Umi menulis surat ini. Bukan karena Umi marah, Umi hanya butuh teman untuk bercerita. Tentunya setelah Umi mencurahkannya pada Sang Ilahi.

Abi, sebenarnya banyak hal yang ingin Umi sampaikan. Tapi… Umi rasa cukup di sini Umi bercerita. Bukan lantaran malas, tapi karena Umi takut salah kata dan menimbulkan fitnah.

Sekali lagi, maafkan Umi.

Salam sayang,

Annisa Khumaira Az Zahra

Witri Prasetyo AjiUncategorizedJERITANKU @witri_nduz Dear Abi, Assalamualakum, suamiku yang tersayang... Abi, hari ini Umi ingin bercerita, tentang semua yang Umi rasakan, tentang semua yang Umi pendam dan Umi tak sanggup lagi menahannya seorang diri. Bi, dua tahun yang lalu Umi telah menerima pinangan Abi. Itu artinya, Umi siap menerima Abi dan keluarga Abi. Ya, Umi selalu memposisikan...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments