TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK,

KASIH TAK SAMPAI KARENA ADAT

Assalamualikum men-temen, adakah di antara temen-temen yang belum nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk? Itu loh, film yang diangkat dari sebuah novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) yang bercerita dengan latar tanah minang. Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk ini juga merupakan film termahal yang diproduksi oleh Soraya Intercine Film, loh.

Kalo saya, sampai dua kali nonton ini film, di bioskop, pas malam jum’at pula, karena pas tanggal rilisnya nontonnya. Jadi penonton pertama. Sampai rela pulang tengah malam, loh. Hehehe. Apalagi nonton yang kedua pas versi extended, kalo nggak salah waktu itu bulan september dan hamil 8 bulan. Tapi demi Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk yang sebenernya udah nonton, karena suka ya tetep dijabanin. Padahal di Boyolali nggak ada bioskop, rela deh ke Solo dengan perut buncit.

Oh ya, men-temen pasti sudah tahu kan siapa pemeran film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk? Oke, di sini saya akan menjabarkan seputar Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk yang bercerita tentang kasih tak sampai lantaran harta. Wow, bisa dibayangkan melankolisnya kayak apa? Tapi tunggu dulu, meski melankolis, tapi ada unsur komedi yang bikin ngikik saat kita berderai air mata, loh.

Sutradara : Sunil Soraya
Produser : Ram Soraya, Sunil Soraya
Skenario : Donny Dhirgantoro, Imam Tantowi
Musik : Andi Ariel Harsya
Penyunting : Sasta Sunu
Studio : Soraya Intercine Films
Distributor : Soraya Intercine Films
Tanggal rilis : 19 Desember 2013 dan 11 September 2014 (versi extended)
Durasi : 165 menit dan 210 menit (versi extended)
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia, Minang, Makasar, Melayu, Jawa

Pemeran :
1. Pevita Pearce : “Rangkayo” Hayati
2. Herjunot Ali : Zainudin
3. Reza Rahadian : Aziz
4. Randy Danistha : Muluk
5. Arzetti Bilbina : Ibu Muluk
6. Kevin Andrean : Shopian
7. Jajang C. Noer : Mande Jamilah
8. Niniek L. Karim : Mak Base
9. Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto : Datuk Hayati
10. Gesya Shandy : Khadijah
11. Femmy Prety
12. Dewi Agustin

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=saTNKdB_aVY&w=560&h=315]

Sinopsis :
Berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahiran Makassar, Zainuddin berlayar menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana dia bertemu Hayati, seorang gadis jelita yang menjadi bungan di persukuannya. Kedua muda mudi itu jatuh cinta. Namun, adat istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat yang tak bersuku; karena ibunya berdarah Bugis dan ayahnya berdarah Minang, statusnya dalam masyarakat Minang yang bernasabkan garis keturunan ibu tidak diakui. Oleh sebab itu, dia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau. Sedangkan Hayati adalah perempuan Minang santun keturunan bangsawan.
Pada akhirnya, lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz, laki-laki kaya terpandang yang lebih disukai keluarga Hayati daripada Zainuddin. Aziz ini kakaknya Khadijah–teman Hayati. Kecewa, Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah Minang dan merantau ke ranah Jawa bersama Muluk–sahabatnya, demi bangkit dari keterpurukan cintanya. Zainuddin bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya dia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya masyhur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara.
Tetapi peristiwa tak terduga kembali menimpaZainuddin. Di tengah gelimang harta dan kemasyurannya, dalam sebuah pertujukan opera, Zainuddin kembali bertemu dengan Hayati., kali ini bersama Aziz, suaminya. Aziz yang suka berjudi itu, bangkrut. Aziz dan Hayati sampai menumpang hidup di rumah Zainuddin. Sampai akhirnya, Aziz malu dan akhirnya bunuh diri. Namun Hayati tetap tinggal di rumah Zainuddin. Hingga akhirnya Hayati pulang ke kampung halaman naik kapal Van Der Wicjk. Dn di tengah perjalanan, kapal Van Der Wicjk tenggelam. Namun Hayati bisa diselamatkan. Di sebuah rumah sakit, Zainuddin mencari Hayati. Disaat itu, Hayatid an Zainuddin kembali mengungkapkan perasaan dan akhirnya Hayati meninggal.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=Znb3KSnX6KI&w=560&h=315]

Menurut saya, film ini hampir sama dengan film Titanic. Sama-sama bererita tentang kasih tak sampai dan sama-sama kapalnya tenggelam. Hanya saja, film ini versi Indonesia.

Adegan yang paling berkesan itu sumpah Hayati dipinggir danau. Kata-kata yang paling diingat sama suami sampai suami sering menirukannya, “Berat sekali sumpah kau, Hayati?” Wuaduh, aktingnya Herjunot Ali bener-bener melankolis tapi juga bisa ngebuat ngkikik. Heheheh.

Film ini bener-bener menggetarkan hati saya. Haduh, sakitnya kasih tak sampai karena harta si perempuan lebih tinggi dari harta si lelaki. Sakit banget, curcol. Hohohoho. Selain itu, kawin paksa. Saya mah penentang kawin paksa, kembali curcol. Hohohoh. Dan yang terakhir, kisah Zainuddin sebagai penulis itu yang bikin saya semangat menulis. Wew…

Kalo saya pikir-pikir juga ya, dalam cerita ini, adat itu kejam. Secara, memisahkan dua sejoli yang saling mencintai. Berasa, dunia sepertinya tidak adil. Dunia seolah berkata, cinta itu hanya milik mereka yang berada. Lantas, bagaimana bagi kami yang melarat? Aih…

Cerita ini nggak hanya dalem, mungkin juga karena akting para pemerannya yang luar biasa. Saya seolah dibawa ke tahun 1930-an. Kerasa banget auranya. Seperi berada di tanah Minang dan menyaksikan keindahan ciptaanNya. Lalu kembali ke Jawa yang sarat akan para penjajah. Pokoknya mah, bener-bener mak jleb dech nonton ini film. Dari segi cerita, latar dan akting para pemerannya. Membikin eh membuat saya pengen nonton berulang-ulang dan nggak bosen.

Film ini juga ngajarin pesan moral ke kita loh, mulai dari tunduk pada adat istiadat nenek moyang, sampai jangan merendahkan orang (seperti yang dilakukan keluarga Hayati ke Zainuddin), sampai dengan sikap Aziz yang sombong dan suka berjudi lantaran dia anak orang kaya. Kalo yang saya tangkap tuh ya, anak orang berada dan kaya itu bukan jaminan kalo dia lelaki yang baik untuk dijadikan suami, belum tentu ya nikah sama yang kaya lantas bahagia. Contohnya itu si Hayati, emang dia bahagia? Heheh.

Tapi ya udahlah, intinya sih jangan menilai orang dari luarnya saja dan dari masa lalunya. Masa depan orang mana ada yang tahu. Zainuddin yang melarat dan disakiti Hayati sama Aziz, akhinya jadi orang kaya raya yang menampung kehidupan Hayati dan Aziz.

Hmm, kayaknya sudah segitu aja saya bercerita tentang film yang jlebbb di hati versi saya. Maaf-maaf yeee, kalo ada salah kata (kayak pidato ajah!). Sekian dan Wassalamualaikum. wr. wb. ***

postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway : What Are You Movie?

Witri Prasetyo AjiReview FilmgiveawayTENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK, KASIH TAK SAMPAI KARENA ADAT Assalamualikum men-temen, adakah di antara temen-temen yang belum nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk? Itu loh, film yang diangkat dari sebuah novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) yang bercerita dengan latar tanah minang. Tenggelamnya Kapal Van Der...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments