KATA HATI (Sebutlah Itu Cinta)

Novel-novel Bang @benzbara_ ini selalu menjadi faborit Meskipun novel lama dan sudah dibaca, tapi selalu bikin ketagihan untuk membacanya lagi #Author #Instabook

A photo posted by Witri Prasetyo Aji (@witri_nduz) on

Penulis                       : Bernard Batubara

Edittor                       : Widyawati Oktavia

Proofreader             : Syafial Rustama

Penata Letak          : Indra Adiwena

Desain Sampul        : Gita Mariana

Foto Penulis              : Muhammad Zulfariansyah

Penerbit Bukune

Cetakan Pertama, Juli 2012

Cetakan Kedua, Oktiber 2012

Ini tentang kisah kehilangan,

Ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.

Atas nama ketidakpercayaan,

Kita telah saling mengucap selamat tinggal.

Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.

Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.

Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.

Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?

Kata Hati karya bang Bernard ini termasuk karya terbaik menurut aku, selain karya-karyanya Bunda Asma Nadia tentunya. Cukup berbeda jauh yah? Tapi begitulah diriku, hehehe.

Bang Bernard ini termasuk salah satu penulis favorit aku, secara dia itu anak TI yang terjerumus ke bidang literasi, seperti diriku. Heheh.

Bang Bernard ini selalu bercerita dengan gaya khasnya, berbeda dengan penulis yang lainnya. Saya selalu menikmati setiap karya Bang Bernard. Apalagi novel “Kata Hati” ini. Nih novel mah ngena banget, aku juga punya filmnya loh.

Kenapa suka Kata Hati?

Karena Kata Hati ini adalah sebuah novel yang bercerita tentang mantan. Entahlah, aku selalu sensitif jika sudah menyangkut tentang mantan. Apalagi, aku baca nih novel sekaligus nonton filmnya sewaktu aku dan mas bojo masih pacaran dan kala itu kata ‘mantan’ selalu menjadi momok hubungan kami, dan meledak-ledaklah emosia aku. Hehehe.

Dan satu lagi yang menarik dari Kata Hati, setting Jogja banget. Kerasa suasana Jogjanya.

Sinopsis Kata Hati

Kata Hati ini adalah cerita seorang Randi yang sulit move on dari Dera—kekasihnya yang sudah bertahun-tahun dipacari. Djendelo Koffie—Jogja—dan cokelat panas, adalah kenangan Randi bersama Dera. Sekaligus, tempat bertemunya Randi dan Fila.

Dera adalah seorang model yang sangat cantik dan selalu merasa cantik. Tapi sayang, Dera kurang setia hingga akhirnya berpisah dengan Randi. Dalam masa kegalauan Randi, Randi selalu menghabiskan waktu di Djendelo Koffie. Hingga kahirnya dia bertemu dengan Fila. Cewek penyuka cokelat panas seperti Dera. Dan Fila juga menyukai fotografi, seperti Randi.

Semenjak Randi dan Fila berkenalan, mereka saling dekat. Apalagi Randi dan Fila datang ke acara pameran foto milik Laras—teman Randi. Selain itu, Randi dan Fila juga pernah hunting foto bersama.

Di tengah kedekatan Randi dan Fila, Dera kembali datang dan meminta Randi kembali padanya. Tapi sayang, hati Randi sudah tertuju untuk Fila yang selama ini memendam rasa pada Adrain—sahabat Fila sedari kecil. Hingga pada suatu hari, Dera mengajak Fila ketemuan. Dan disaat itulah, ada sesuatu yang berbeda yang Fila rasakan.

Tapi Dera akhirnya menyadari, hati Randi sudah bukan untuknya lagi, tapi untuk Fila. Dera akhirnya emtuskan untuk pergi dan membiarkan Randi bersama Fila. Begitu pula dengan Fila, yang akhirnya menyadari kalau hatinya untuk Adri sudah beralih untuk Randi. Hingga endingnya, Randi dan Fila pun bersatu.

Beberapa Kutipan Favorit :

  1. Meski luka dan rasa kecewa begitu besar, rasa sayang itu masih utuh. (Halaman 11)
  2. Namun, cinta tak pernah berjalan mulus. Semakin panjang semakin rumit, semakin sulit pula menjaganya agar tak tumbang dihajar angin kencang, atau jatuh tersandung kerikil. (Halaman 17)
  3. Ibarat ranting phon patah, mau lo sambung pake apa juga nggak bakal bisa balik keadaannya kayak semula. (Halaman 19)
  4. Balikan sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang udah lo buang. (Halaman 21)
  5. Hati yang rusak memang mencintai kenangan, wala sadar di dalamnya banyak luka dan kekecewaan yang tak pernah sembuh. (Halaman 24)
  6. Foto bisa nyimpan kenangan yang lebih lama dari ingatan kita sendiri. (Halaman 40)
  7. Cinta itu hitam dan putih, ada gelap dan terang. Cinta enggak selamanya penuh keindahan dan kejelasan, tapi juga punya bagian gelap yang selalu bikin kita tersesat. (Halaman 55)
  8. Bahkan cinta itu sendiri adalah masalah. (Halaman 56)
  9. Cinta nggak selalu tegas. Ketika ia berakhir, pasti ada yang tersisa. Saat ia putus, masih ada sesuatu yang tersambung, terhubung. (Halaman 58)
  10. Mengambil jarak dari rindu dan membuatnya menjauh mungkin adalah hal tersulit bagi Randi saat ini. (Halaman 111)
  11. Jika tak ada luka yang sangat besar saat sebuah cinta berakhir, mungkin akan lebih mudah bagi Randi untuk membawa seseorang yang baru ke dalam hatinya.

Nah, itu adalah sedikit review aku tentang Kata Hati.

#HappyReading

Witri Prasetyo AjiReview BukuKATA HATI (Sebutlah Itu Cinta) Novel-novel Bang @benzbara_ ini selalu menjadi faborit Meskipun novel lama dan sudah dibaca, tapi selalu bikin ketagihan untuk membacanya lagi #Author #Instabook A photo posted by Witri Prasetyo Aji (@witri_nduz) on Mar 20, 2016 at 8:44pm PDT Penulis                       : Bernard Batubara Edittor          ...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments