CERITA DI BULAN NOVEMBER

 

CERITA DI BULAN NOVEMBER. Jika ditanya kapan ulang tahun saya yang paling berkesan, mungkin setiap ulang tahun saya selalu berkesan. Karena setiap tahun selalu ada cerita, entah itu luka, entah itu bahagia.

Setiap tahun, selalu ada cerita baru bersama orang-orang baru. Selalu ada kejutan di mana setiap hal selalu mempunyai kesan. Namun jika saya harus menceritakan, ulang tahun mana yang paling berkesan, saya akan membaginya menjadi 2 bagian.

Sebelum Usia 20

Sebelum menginjak angka 20, tentunya ada angka yang selalu menjadi dambaan seorang remaja. Di mana melewati masa itu, dia merasa kalau dia sudah tumbuh menjadi seorang dewasa dan bebas melakukan hal-hal yang konon katanya tidak boleh dilakukan oleh anak kecil.

Etapi, saya ingin bercerita sejenak. Ada satu hari ulang tahun yang menurut saya. Yaitu, 14 November 2004, saya ingat pasti, hari itu hari raya Idul Fitri. Saya baru kelas 3 SMP, usia saya 14 tahun. Meski tiada ucapan selamat dari teman maupun orang tua (karena bukan tradisi kami mengucapkan selamat ulang tahun), tapi saya bahagia karena hari ulang tahun saya bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Ulang tahun ke 14 di tanggal 14, tepat hari raya Idul Fitri.

Dan jauh dari kisah itu, 3 tahun kemudian tatkala saya menginjak angka 17, saya merasa menjadi seorng dewasa. Maklum, di antara sahabat-sahabat saya, saya yang paling kecil (entah dari segi fisik maupun usia sampai pemikiran). Dan kalau ada apa-apa dan saya tidak dikasih tahu, saya bertanya, mereka selalu menjawab : “Di atas 17 plus, yang belum ada 17 enggak boleh tahu.”

 

Duh, di kala itu, saya kesal sejadi-jadinya. Bagaimana tidak, kenapa usia selalu dipermasalahkan? Tapi, setelah menginjak angka 17, saya boleh dong tahu segalanya? Kan udah gede, ngapa-ngapa boleh… heheheh

Dan bukan sekedar itu saja, cerita berkesan di hari ulang tahun ke 17. Sebelum 17 tahun, saya sempat sakit. Bahkan saya sampai dirawat di rumah sakit selama 2 minggu, setelahnya saya harus hidup bergantung obat selama 2 tahun. Yups, ginjal saya mengalami kebocoran dan saya kekurangan albumen.

Selama sakit, banyak kawan dan sahabat yang selalu setia menemani saya. Ya, saya bahagia atas kehadiran mereka. Waktupun berjalan dengan begitu sangat menyenangkan. Hingga tibalah pada hari ulang tahun saya yang ke 17.

Ulang tahun yang ke 17, waktu itu saya sudah kelas 3 SMA. Sudah mendekati ujian. Tapi, saya minta ke orang tua, pengen dirayain sekaligus syukuran karena saya sudah sembuh meski masih bergantung obat dan pengawasan dokter. Tapi setidaknya, saya sudah bisa melakukan aktivitas seperti manusia normal lainnya.

Waktu itu, di ulang tahun ke 17, semua sahabat berkumpul, hampir semua kawan datang (entah kawan di sekolah maupun di rumah). Ya, saya tipekal simpel yang mudah bergaul dengan siapa saja tanpa memandang bibit, bebet dan bobot.

Meski ada satu yang tiada sempurna, seorang yang ‘katanya’ kekasih saya, justeru malah tidak hadir. Tapi tak mengapa, toh cinta SMA saya datang kok, cinta yang kalau itu masih saya harapkan… wuaaa *cukup ceritanya sampai di sini, takut baper… hehehe

Tapi jika ingin tahu tentangnya, bisa meluncur ke sini.

Dan di kala itu, ada pula seorang lelaki yang mendekati saya. Dia datang. Kalian tahu, saya selalu menganggapnya kakak, tapi bagaimana bisa dia mencintai saya? Entahlah…

Iya, kala itu ulang tahun 17 adalah ulang tahun yang paling berkesan. Orang tua juga memberikan 2 cincin pada saya. Cincin itu masih tersimpan dan saya teguhkan kalau saya tak akan menjualnya meskipun adalm keuangan yang krituis.

Setelah Usia 20

7 tahun berlalu dari angka 17, tak terasa saya sudah menikah dan menginjak angka 24. Dan kalian tahu, sebenarnya ini adalah ulang tahun yang paling berksan dalam hidup saya. Saya mendapatkan kado terindah yang tak mampu saya uraikan dengan kata-kata.

Meskipun sebelum ulang tahun ke 24, dimulai pada ulang tahun yang ke 21 (di mana angka itu adalah awal mula saya merayakan ulang tahun bersama lelaki yang kini menjadi suami dan ayah dari anak saya), saya selalu mendapatkan kejutan-kejutan kecil.

Sebelum saya menjabarkan mengapa ulang tahun ke 24 begitu berkesan, saya akan sedikit bercerita tentang ulang tahun ke 21, 22 sampai 23. Ulang tahun ke 21 itu jatuh setelah 4 bulan saya jadian (sebagai pacar) sama Ayahnya Juna. Saya diberi kado boneka panda berwarna ungu dan memakai syal (katanya, karena suka memakai syal). Sementara ulang tahun ke 22, saya dibikin nangis sejadi-jadinya. Etapi, saya dapat 3 kado loh dari Ayahnya Juna, yaitu : boneka chibi karena saya suka Cherrybell, terus boneka barbie kecil dan novel Harlequin. Sementara ultah ke 23, saya sudah resmi menjadi isterinya Ayah Juna. Hmm, enggak ada barang istimewa sih. Tapi pas tengah malam,  saya dibangunin dan kami tiup lilin. Hehehe.

Dan kembali ke topik pembicaraan, ulang tahun ke 24. Sebelumnya, bulan Februari ketika saya tahu kalau saya hamil dan HPL jatuh pada tanggal 14 November 2014 itu speechless banget. Enggak bisa membayangkannya. Sempat sedih kalau periksa HPLnya berubah-ubah, sempat jadi tanggal 7 tapi kembali lagi ke tanggal 14.

Saat usia kandungan memasuki bulan ke 8, dokter sudah bilang kalau saya lahirannya SC karena panggul sempit. Dan waktu itu, baru tanggal 4 November, doketr sudah berani melakukan operasi. Tapi saya menolak, saya menunggu sampai HPL tiba.

Yang namanya takdir, mana bisa ditolak. Tanggal 11 saya mules-mules dan sampai pembukaan 6. Saya juga tetap operasi SC.

Kelahiran BabyJuna adalah kado terindah bagi saya. Ulang tahun di rumah sakit, tak ada kue dan Cuma ucapan selamat (meski kebanyakan selamat atas kelahiran BabyJuna, bukan selamat ulang tahun). Tapi bagaimanapun itu, ulang tahun ke 24 adalah rangkaian cerita tersendiri.

Setahun kemudia, tepat usia menginjak seperempat abad, BabyJuna ulang tahun yang pertama. Kembali, tak ada perayaan untuk saya, melainkan cukup untuk BabyJuna.

Nah, itu adalah cerita ulang tahunnya Mamah Muda, bagaimana dengan cerita ulang tahunmu?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger

Witri Prasetyo AjiGiveawayCERITA DI BULAN NOVEMBER   CERITA DI BULAN NOVEMBER. Jika ditanya kapan ulang tahun saya yang paling berkesan, mungkin setiap ulang tahun saya selalu berkesan. Karena setiap tahun selalu ada cerita, entah itu luka, entah itu bahagia. Setiap tahun, selalu ada cerita baru bersama orang-orang baru. Selalu ada kejutan di mana setiap...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments