ARTI PENGHARGAAN YANG SERING KALI TERLUPAKAN : PENGAKUAN

 

ARTI PENGHARGAAN YANG SERING KALI TERLUPAKAN : PENGAKUAN. Sebenarnya saya bukanlah sosok yang gila akan penghargaan. Bagi saya, adalah suatu kebahagiaan ketika hidup kita bermanfaat bagi orang lain tanpa harus diworo-worokan. Karena buat saya, tak perlu manusia tahu yang terpenting Tuhan mencatatnya. Saya selalu yakin, apa yang kita perbuat akan mendapat balasannya dari Tuhan. Tuhan tahu apa yang manusia tidak tahu.

Etapi… semua mendadak berbeda. Ketika apa yang saya kerjakan, diakui orang lain, apa yang saya bisa selalu dipandang sebelah mata. Saya enggak berharap pujian setinggi langit kok, saya hanya butuh pengakuan, karena pengakuan adalah salah satu wujud penghargaan. Tapi setelah pengakuan itu tak saya dapat? Haruskah setiap nafas yang berdetak ini harus saya woro-worokan?


Penghargaan di Tempat Kerja


Saya enggak butuh pujian, saya hanya butuh apa yang saya kerjakan itu diakui, sudah itu saja cukup. Etapi kenyataannya, terlanjur dicap sebagai seseorang yang mungkin enggak mudhengan, bisa dianggap tidak bisa itu mah biasa. Apalagi saya ini pelupa, tak jarang loh dijadikan kambing hitam. Padahal mah enggak pelupa-pelupa banget.

Penghargaan sesama rekan kerja

Berawal dari berangkat pagi, langsung menyapu ruangan kantor, disusul sama seorang rekan yang biasanya menyapu ruang kantor. Lalu, disusul rekan lainnya. Tahu enggak sih, rekan yang biasa nyapu itu mengaku kalau dia yang menyapu. Kala itu sih saya masih woles, halah hal kayak gitu mah enggak usah dikonfirmasi kejelasannya. Masalah sepele, soal nyapu ajah, ntar kalau konfirmasi dikiranya saya enggak ikhlas lagi.

Etapi, enggak sampai di situ saja ternyata. Rekan saya yang satu ini ternyata memang selalu ingin terlihat berharga dan suka mengaku pekerjaan orang (yang baik) sebagai pekerjaannya. Tapi kalau pekerjaan dia buruk atau tidak baik, dilemparlah katanya pekerjaan orang lain. Saya pernah loh jadi korbannya. Dia download salah, saya yang dituduh. Bahkan sampai rekan kerja lainnya menganggap saya itu enggak pintar. Dan itu terjadi enggak sekali saja, dia pernah bikin surat yang disebar ke siswa, suratnya salah, sayapun jadi tersangka.

Semenjak saat itu,  pengakuan itu adalah hal yang penting buat saya. Apa yang saya kerjakan di kantor seolah harus menjadi konsumsi publik. Enggak mau dong selalu jadi tersangka dan dikira yang enggak-enggak. Terus yang dapat penghargaan, pujian dan tetek bengek lainnya itu rekan saya, padahal kan saya yang sudah capek-capek.

Sementara penghargaan lain di tempat kerja adalah dihormati murid. soalnya, kalau murid tak mengjormati, sama saja tak menghargai.


Penghargaan Sebagai Seorang Penulis dan Blogger


Sewaktu apa yang saya kerjakan di kantor tidak dihargai, tidak diakui dan rekan saya yang leha-leha malah dapat penghargaan dan pengakuan, di situlah saya merasa kecewa. Etapi, kecewa itu lambat laun mengelupas, saat karya saya dihargai, diakui. Yups, nikmatnya menjadi penulis adalah ketika karyanya dibaca oleh banyak orang, dikomentarin hingga punya fans… wkwkwk… LOL (siapa fans guweh).

Setidaknya, saya menulis, saya berkarya dan ada yang membacanya. Sebagai penulis, betapa bahagianya tatkala cerpen yang dikirim ke media dimuat, terus tertulis itu adalah karyanya. Bahagia tatkala kirim novel ke penerbit mayor itu di ACC, buku nangkring di rak buku toko-toko buku besar. Duh, bahagia banget.

Dulu saya sampai sempat gini : kalau hasil karya saya diplagiat, itu ada hukumannya. Tapi tatkala pekerjaan saya diakui oleh orang lain, apakah ada hukumannya?

Buat saya, berkarya ada yang membaca dan karya saya diakui itulah karya saya adalah suatu penghargaan yang terhebat. Sementara soal materi itu adalah bonus.

Sementara bentuk penghargaan lain ketika saya memberanikan diri sebagai seorang blogger adalah ketika tulisan saya ada yang membaca, ada yang mengomentari, terus dapat tawaran job, ngikut lomba malah menang, syukur-syukur dapat Voucher Belanja Sodexo yang bisa saya gunain buat belanja di Merchants Sodexo atau kalau enggak saya hadiahin ke mamah, babe, suami dan anak. Duh, pastilah saya seneng pakai banget.

Jujur nih ya, saya itu kalau ngikut lomba blog selalu berharap jadi pemenangnya, apalagi kalau hadianya itu adalah voucher belanja sodexo. Tapi apa daya, rejeki sudah ada yang mengatur dan tak akan pernah tertukar, kalaupun saya belum menang jadi juara, setidaknya saya dapatlah pengalaman baru disetiap perlombaan yang saya ikuti. Kalau enggak ya anggap saja itulah cara saya agar blog selalu update.


Penghargaan Buat  Sebagai Seorang Anak, Isteri dan Ibu


Penghargaan sebagai seorang anak adalah tatkala orangtua enggak malu dengan pencapaian kita, meskipun pencapaian itu tak sehebat anak orang lain. Penghargaan sebagai seorang anak (saat mulai tumbuh dewasa) adalah tatkala orangtua bertanya apa pendapat kita soal keputusan yang akan diambilnya. Dan penghargaan sebagai seorang anak adalah tatkala orangtua memberikan kepercayaan pada anaknya untuk menjalani kehidupan ini.

Sementara penghargaan sebagai seorang isteri adalah tatkala suami selalu mengajaknya berdiskusi akan hal-hal apa yang ingin diambilnya. Suami selalu percaya pada isterinya dan tidak ada hal-hal yang ditutupi.

Dan yang paling penting nih, penghargaan terbesar suami buat isterinya (menurut saya-red) adalah tatkala suami memberikan voucher belanja sodexo. Wkwkwkw *edisi ngarep.

Yang terakhir adalah penghargaan sebagai seorang ibu adalah tatkala seorang anak mampu membuat bangga ibunya. Setiap saat selalu mencari dan memanggil ibunya. Duh, buat saya itu mah nyess banget rasanya. Tak bisa dirangkai dengan kata-katalah betapa bahagianya.


Sodexo, Sodexo, dan Sodexo


Kenapa sih dari tadi saya kok ngarep banget dapat voucher belanja sodexo? Yang pasti ada harapan ada alesannya dong, ya? Kenapa milihnya dapat voucher belanja sodexo, kenapa enggak duit saja atau voucher belanja lainnya.

Okelah, saya jelasin. Dapat duit itu mah sudah biasa. Kalau saya kerja, penghargaannya pasti gaji yang berwujud duit. Kebiasaan saya nih kalau sudah punya duit, maunya buat belanja ini itu etapi malah saya buat jalan-jalan.

Kalau ditanya kenapa milih voucher belanja sodexo, kenapa enggak kepengen voucher belanja lainnya karena sodexo itu fleksibel pakai banget. Voucher belanja sodexo ini mudah digunakan, bisa digunakan di 269 merchantss sodexo dan 14.170 outlets. Dan yang paling menarik nih, masa berlaku voucher belanja sodexo ini puaaannnjaaanggg. Kan ada tuh ya, voucher belanja yang masa berlakunya paling Cuma sebulan dua bulan, kalau sodexo ini enggak loh.


Seandainya Saya Dapat Voucher Belanja Sodexo


Berangan boleh kan, ya? Seandainya saya dapat voucher belanja sodexo, langsung saja capcuz ke merchants sodexo bersama keluarga. Saya bakalan mentraktir mereka, bakalan ngajakin mereka shopping dan belanja barang-barang yang mereka mau. Hehehe…

Kenapa saya bakalan ngajak keluarga? Bukan rekan? Karena bagi saya, keluarga adalah segalanya. Keluarga adalah orang-orang yang selalu ada buat saya disaat saya senang maupun sedih, selalu memberikan dukungan buat saya disaat saya down dan selalu mengakui apa yang bisa saya lakukan.

Tatkala dunia tat memberikan penghargaan buat saya, keluarga akan tetap memberikan penghargaan. Penghargaan dalam bentuk dukungan dan kasih sayang.

Nah guys, itu adalah sedikit cerita tentang betapa pentingnya penghargaan buat saya. Penghargaan dalam bentuk pengakuan, penghargaan dan]lam bentuk dihargai. Karena bagi saya, mengakui kelebihan orang lain, menghargai orang lain, bukan suatu hal yang mudah.

Witri Prasetyo AjiCompetitionARTI PENGHARGAAN YANG SERING KALI TERLUPAKAN : PENGAKUAN   ARTI PENGHARGAAN YANG SERING KALI TERLUPAKAN : PENGAKUAN. Sebenarnya saya bukanlah sosok yang gila akan penghargaan. Bagi saya, adalah suatu kebahagiaan ketika hidup kita bermanfaat bagi orang lain tanpa harus diworo-worokan. Karena buat saya, tak perlu manusia tahu yang terpenting Tuhan mencatatnya....Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments