BELAJAR DARI KASUS MARIO TEGUH

 

BELAJAR DARI KASUS MARIO TEGUH. Hay hay, habis liburan maunya malas-malasan dan asyiknya ngerumpi nih. Sudah beberapa hari saya enggak update nih blog, sekalinya update langsung bahas berita yang lagi ngehits, sampai ngalahin kehebohan kasus Aa’ Gatot dan sianida yang masih berlangsung. Yups, berita apalagi kalau enggak soal Om Mario Teguh dan Ario Kiswinar Teguh.

Sebenarnya sih nih bukan urusan saya, tapi enggak ada salahnya juga kan kalau saya ikut mengeluarkan uneg-uneg. Mau benar apa tidaknya tuh berita mah enggak ada sangkut pautnya sama saya, cuma saya mau ikut berpendapat tanpa harus nyinyirin salah satunya.

Oh ya, sebelumnya, ini punya teman-teman sesama kolaborasi bikin postingan tema “Mario Teguh”.

Nuniek Karisma

Ario Kiswinar Anak Siapa?

Khoirur Rohmah

Belajar Dari Madu Dan Racun

Awal kasus ini mencuat, saya mah malah enggak ‘ngeh. Hingga seorang teman di timeline facebook ada yang nyinyirin Om Mario Teguh, kariernya hancur dan nyinyiran-nyinyiran lainnya.  Disusul lagi berita soal pengakuan Ario Kiswinar Teguh di Hitam Putih yang langsung jadi berita viral, eh digrub WA yang saya ikutin juga ngegosipin ini. Duh, makin kepolah saya. Sampai kemarin di kantor saya deket-deket tempat yang berwifi terus nonton di Kompas TV soal klarifikasi dari Om Mario Teguh. Padahal nih ya, yang pengakuan Ario di Hitam Putih saja saya belum nonton. Dan kekepoan saya pun makin meningkat, terus saya nyari di youtube soal pengakuan Ario ini. Enggak berlanjut disitu saja ternyata, saya sampai follow akun IG @lambe_turah dan @lambe_turrah loh. Duh, kok saya sampai sebegini keponya, ya? Padahal kan bukan urusan saya. LOL.

Di sini, saya kok malah mau ngomentarin posisi Bu Linna, ya? Ya gimana rasanya jadi Beliau? Tiba-tiba masa lalu suaminya jadi berita viral dan Beliau ‘tertuduh’ sebagai orang ketiga serta menghasut Om Mario agar jauh dari keluarga besarnya. Langsung saya ‘mak deg’.

Sebelum saya mau komentar panjang, bolehlah saya sedikit cerita. Jujur banget, saya enggak suka loh sama orang ketiga, tapi saya sendiri PERNAH tertuduh jadi ORANG KETIGA. Padahal kenyataannya itu enggak seperti yang orang-orang lihat, yang orang-orang tahu. Rasanya dihujat dan dicaci itu menyakitkan sangat.

Jadi ceritanya itu, saya kenal Mas Bojo itu semenjak dia masih punya pacar. Yups, kami temenan saja. Katanya sih ya, dia melirik sayanya mah sedari OSPEK. Dan dalam pikiran saya, blas enggak pernah mikir kalau saya bakalan kenal sama Mas Bojo, terus dipacarin sampai dinikahin. Blas enggak ada bayangan. Meskipun semester pertama kuliah setiap hari Jum’at itu kami sekelas, tapi blas saya ngelirik dia dan kepikiran kenalan saja enggak. Saya lumayan cuek sih sama cowok, sama teman sekelas Mas Bojo yang katanya paling ganteng ajah enggak respeck dan cuma tahu, o… dia namanya???

Saya bisa secuek itu soalnya waktu itu saya memang kayak cewek yang trauma sama cowok dan pacaran. Pokoknya NO NO NO, kalau temanan sih OKE, padahal saya juga deket loh sama teman cowok yang sekelaas dan seantero kampus itu tahunya kami pacaran. Makanya pada kaget saja pas tiba-tiba saya dan Mas Bojo pacaran.

Saya kenal Mas Bojo itu gegara jarkom soal tugas kuliah. Kebetulan kalau dari kelas saya kan SMSnya ke saya terus saya lanjutin ke teman-teman. Yah, waktu itu masih SMS, belum chat-chatan kayak sekarang. Begitpun degan kelasnya Mas Bojo, dia yang jadi koordinator lah istilahnya. Dan tahu enggak sih, meskipun dianya sering SMS saya, saya enggak tahu namanya dan orangnya yang mana. Parah banget, kan? Hingga suatu ketika ya saya kepo juga dong, sering SMS tapi enggak tahu namanya. Saya beraniin tanya dan namanya Wendi. Saya mikir, Wendi? Wendi yang mana? Dan meskipun setiap Jumat sekelas dan hampir sering SMS soal tugas, tetep saja saya enggak tahu yang namanya Wendi.

Masih berlanjut soal SMS, ternyata dia enggak SMS soal tugas saja sih, tapi nantangin anak-anak kelas saya buat main futsal. Terus dia sok ngirim puisi-puisi gitu. Dan saya orangnya suka puisi, nyambung deh berlanjut jadi curhat-curhatan dan saya akhirnya tahu mana yang namanya Wendi. Dan pertemanan saya dengan Wendi ini ternyata membuat temen  cowok saya (yang kala itu dekat dengan saya) cemburu loh pemirsa.

Status jomblo saya waktu itu sih yang bikin saya akhirnya temenan dengan Mas Bojo. Pokoknya saya itu ngerti banget permasalahan dia, hampir sama sih sama permasalahan saya di masa lalu. Dan seiring berjalannya waktu, Mas Bojo putus sama Mbak Mantan, dia nembak saya, kami jadian dan saya di sini tertuduh jadi orang ketiga.

Bayangain, teman saya itu ngomong-ngomong ke sahabat saya : pacarnya Wendi itu kan…. anak…..

Enggak jarang waktu itu saya berantem, minta putus. Saya bukan perebut pacar orang. Saya tahu rasanya punya pacar direbut bahkan direbut sahabat sendiri. Pokoknya PUTUS. Tapi Mas Bojo keukeuh ya, enggak mau dan parahnya dia ngikutin saya kalau saya pulang. Di rumah saya enggak bisa ngapa-ngapain apalagi marah. Ya pokoknya selalu begitulah. Dan sampai sekarang sih kadang masih jadi masalah. Saya sampai sering ngomong : dulu kamu yang ngejar-ngejar aku, tapi mereka bilang aku ngerebut kamu dari dia. Padahal kan sedari kami kenal sampai mutusin nikah itu ada masalah-masalah yang orang –orang enggak perlu tahu. Ya kayak kasus Mulan-Dhani-Maya, sayanya emang enggak suka sama Mulan, etapi dibalik berita yang dipublikasi pasti ada ‘sesuatu’ yang orang-orang enggak tahu.

Sementara soal seorang isteri menjauhkan suami dari keluarga, bukan hal mudah loh memasuki sebuah keluarga besar suami. Pasti bakalan ada pro dan kontra, saudara yang mau menerima atau enggak kehadiran kita. Yang ini saya enggak perlu cerita, takutnya jadi aib yang terpublikasikan lagi.

Nah, dari cerita kehidupan saya itu, dari kasus Om Mario Teguh ini saya jadi respect sama Bu Linna. Kalau saat ini dia terluka itu pasti. Saya sih enggak tahu cerita masa lalunya yang mana, Bu Linna beneran orang ketiga yang membuat Pak Mario sama Bu Aryani cerai atau enggak, saya enggak tahu. Tapi saya yakin, semua pasti ada alasannya dan bukan hak kita untuk menghakimi.

Seandainya berita soal Om Mario yang enggak mau mengakui Kis sebagai anaknya itu benar, ya memang sangat disayangkan sekali. Sebagai panutan tapi dianya sendiri seperti itu… Bakalan banyak yang nyinyir dan menghakimi itu pasti, namanya juga hidup. Tapi yang harus kita sadari, manusia tidak lepas dari kesalahan. Bukannya membela Om Mario loh ya, saya sendiri juga manusia yang penuh akan kesalahan.

Oke, di sini saya mau ngomentarin soal kasus Om Mario ini. Kalau yang saya lihat dari sisi akun @lambe_turah, Om Mario dan terutama Bu Linna-lah yang bersalah. Yup, Bu Linna adalah orang ketiga, terus menghasut Om Mario agar jauh dari keluarga besarnya dan bla-bla. Selama saya ngikutin akun IG ini, enggak ada sisi positif dari sosok Mario Teguh, apalagi Bu Linna.

Sementara kalau saya lihat dari pengakuan Kis di Hitam Putih, Kis ini membeberkan kalau perceraian Om Mario dan Bu Ariyani ini karena adanya orang ketiga. Tapi siapa orang ketiga itu enggak disebutin, dari pihak ayah atau ibu.

Sebagai seorang anak yang deket banget sama bapak, pengakuan Kis memang membuat saya baper. Saya jadi ngebayangin yang enggak-enggak. Gimana kalau babe enggak ngakuin saya sebagai anaknya. Dan rempongnya saya, saya sampai mikir gimana kalau babe punya anak dari wanita lain terus minta pengakuan. Duh, sebagai anak kesayangan babe pastilah saya enggak terima pakai banget.

Saya enggak tahu apa motif Kis meminta pengakuan dari Om Mario. Kenapa enggak sedari dulu sih? Kalau katanya sulit nyari Om Mario, Om Mario kan publik figur, datangi saja ya lokasi syutingnya. Yang saya sayangkan, kenapa masalah keluarga harus dibawa ke media?

Ya kalau dilihat dari wajah Kis, menurut saya mirip sih sama Om Mario. Soal bukti KK dan akta kelalahiran ya Om Mario memang mengakui kalau Beliau pernah nikah sama Bu Ariyani. Soal akta?

Kebenaran anak kandung atau tidak itu tidak dilihat dari Kartu Keluarga atau Akta Kelahiran. Toh bagi saya itu hanya legalitas hukum saja. Nyatanya di sekeliling saya, ada loh seorang pasangan suami isteri, padahal isterinya itu hamil duluan dan bukan anaknya suaminya, tapi di KK dan Akta Kelahiran ya tertulis kalau itu anak kandungnya si suami. Soal menyoal diurusin enggak, ya diurusin kayak anak kandung. Jadi kalau soal anak kandung sih, ya tes DNA. Kalau sudah test DNA, di situ akan terlihat kebenarannya.

Sedangkan kalau dari sisi KOMPAS TV kemarin, saya melihat Om Mario Teguh mengklarifikasinyapun dengan santai dan bijaksana. Tangannya enggak lepas dari smartphonenya. Gentle sih menurut saya, soalnya Om Mario ini sampai nantang test DNA dan kalau kesulitan mencari Beliau ya cari saja di KOMPAS TV. Etapi kalau soal Om Mario membela Bu Linna ya lagi-lagi saya bilang wajar, secara Bu Linna ini kan isterinya. Dalam permasalahan sepelik ini, hubungan rumah tangga mereka pasti tergangu. Sesama wanita ya, disalahkan banyak orang sampai dinyinyirin kayak gitu itu pasti sakit banget.

Terus yang saya lihat kemarin dan beberapa berita di media juga menyebutkan tuh, alasana Om Mario kenapa enggak mengakui Kis sebagai anaknya. Katanya sih ya, katanya, Bu Ariyani sendiri pernah bilang ke Om Mario kalau Kis memang bukan darah dagingnya. Terus katanya lagi nih ya, Kis sendiri juga pernah bilang kalau dia memang bukan anak kandung Om Mario.

Tapi apapun itu kebenarannya, ya semoga saja segera terungkap mana yang benar dan yang salah. Seandainya Kis benar-benar anak kandung Om Mario, ayolah Om diakui. Tapi bila memang tidak, ya sudahlah mungkin ini adalah ujian untuk hubungan rumah tangga dan kariernya Om Mario.

Dan dari kasus Om Mario ini saya kembali belajar, setiap orang punya masa lalu. Masa lalu enggak selalu baik, dan bukan hak kita untuk menghakimi. Setiap orang juga mempunyai jalan cerita tersendiri menyangkut jodohnya, meski terkadang jalannya harus lewat jalan yang tak seharusnya. Tapi bagaimanapun ceritanya, semua terjadi atas kehendakNya.

Kalau benar Om Mario enggak mau mengakui Kis yang bisa jadi anak kandungnya, pasti sangat disayangkan sekali. Ya, sayang banget. Kata-katanya saja jadi panutan tapi kok gitu? Tapi jika Kis memang bukan anaknya Om Mario, maka anggap saja ini adalah ujian untuk karier dan keharmonisan rumah tangga Om Mario yang selalu bikin banyak orang ngiri.

Witri Prasetyo AjiGossipGossip,Mario TeguhBELAJAR DARI KASUS MARIO TEGUH   BELAJAR DARI KASUS MARIO TEGUH. Hay hay, habis liburan maunya malas-malasan dan asyiknya ngerumpi nih. Sudah beberapa hari saya enggak update nih blog, sekalinya update langsung bahas berita yang lagi ngehits, sampai ngalahin kehebohan kasus Aa’ Gatot dan sianida yang masih berlangsung. Yups, berita apalagi...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments