Transformasi Bioskop Bersejarah Menjadi Bioskop XXI Mewah Ibukota

 

[S.p]

Ibukota Jakarta memang gudangnya hiburan sejak puluhan tahun lalu. Hal ini tentu tak mengejutkan. Namun, hiburan-hiburan yang ada di setiap sudut ibukota mengalami perkembangan yang begitu pesat dalam kurun waktu yang relatif singkat. Tentu, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di propinsi Jawa. Gedung-gedung lama cepat berubah menjadi pusat perbelanjaan dalam kurun waktu lima tahun.

 

Hal yang sama juga terjadi pada hiburan klasik seperti gedung bioskop. Sejak ibukota berdiri, ratusan gedung bioskop untuk berbagai kalangan masyarakat menjamur di Jakarta. Yang mampu bertahan tentu gedung bioskop yang dimiliki oleh pengusaha kelas kakap, dimana mereka berubah sesuai dengan kondisi jaman.

 

Setelah era 21, kini hadir XXI dan juga Premiere atau IMAX. Sedangkan bioskop-bioskop tua yang biasanya menyajikan film Indonesia bergenre horor dan komedi pun tergusur dengan sendirinya.

 

Namun, ada beberapa bioskop tua yang tetap bertahan dengan perubahan yang sangat signifikan. Mereka adalah:

 

 

Metropole Premiere dan XXI

Gambar: https://pbs.twimg.com/media/CcmLJlnW4AEZcF9.jpg:large

Siapa tidak kenal dengan bioskop tertua di Jakarta ini? Generasi sekarang mungkin tak ‘percaya’ apabila gedung bioskop mewah di Komplek Megaria yang terletak di Jl. Pegangsaan 21, Jakarta Pusat ini sudah dibangun sejak 1932.

 

Bisa jadi, Metropole XXI merupakan situs bersejarah karena presiden pertama RI dulu sering mengunjungi bioskop ini di era 60an. Sempat berubah menjadi Megaria Theatre, akhirnya nama Metropole digunakan kembali saat gedung ini dirombak oleh pemilik 21 Cineplex group.

 

Kini, 90% warga Jakarta pasti sudah pernah menonton di Metropole XXI atau Premiere. Meskipun bioskop ini bukanlah bioskop yang berada di dalam mal, tetapi bukan berarti gedung yang bernama asli Bioscoop Metropool ini tak menjadi destinasi favorit anak muda. Bahkan, mereka yang memiliki budget terbatas memilih untuk nonton di sini. Kafe di sekitar gedung bioskop juga menawarkan makanan dan minuman dengan harga bersahabat.

 

Harga tiket masuk untuk Premiere Rp 100.000 di hari Sabtu, Minggu dan libur. Sedangkan hari Senin sampai Jumat, tiket masuk seharga Rp 75.000. Untuk Metropole XXI, tiket juga sangat terjangkau yakni Rp 60.000 di akhir pekan dan hari libur, dan Rp 50.000 di hari Jumat.

 

Di hari Senin hingga Kamis, Metropole XXI tetap penuh karena tiket masuk hanya seharga Rp 40.000.

 

 

Blok M

 

Blok M menjadi ikon kota Jakarta di tahun 80an hingga 90an dimana tempat ini merupakan tempat ‘ngeceng’ paling happening saat itu. Cinema 21 Blok M Plaza dan juga Blok M Square—dulu ngetop sebagai Aldiron Plaza—masih bertahan hingga sekarang, kendati ada banyak perubahan di interiornya.

 

Cinema 21 Blok M Plaza serta Blok M Square masih cukup diminati karena menawarkan harga tiket masuk murah meriah, dengan layanan apik serta fasilitas cukup bagus. Tiket termahal hanya Rp 50.000 di akhir pekan dan Rp 35.000 di hari Senin hingga Kamis, serta Rp 40.000 untuk hari Jumat.

 

Meski tak ada gedung Premiere dan XXI, tetapi Cinema 21 Blok M Plaza dan Blok M Square masih menjadi tempat nonton yang sangat diminati karena jadwal bioskop yang cukup update, terutama mereka yang mungkin ingin sekedar melepas penat setelah ‘transit’ di terminal Blok M.

 

 

 

 

 

 

Taman Ismail Marzuki XXI

Gambar: http://jakarta.panduanwisata.id/files/2014/12/tim-1.jpg

 

 

Siapapun tahu bahwa gedung Taman Ismail Marzuki sudah ada sejak tahun 60an. Sejatinya, gedung ini adalah pusat kesenian di Jakarta. Keberadaan XXI menjadikan gedung TMI menjadi lebih ramai, kendati banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi disini. Soal fasilitas, TIM XXI juga sangat apik, dengan harga tiket yang sama dengan XXI lainnya. Dulu, bioskop di TIM memiliki bentuk bangunan serta interior yang tak semewah sekarang.

 

Jadi, jika Anda memang penyuka segala bentuk seni peran, Anda bisa kunjungi TIM. Selain menonton bioskop dengan film-film terbaru, Anda juga dapat mengunjungi tempat-tempat menarik seperti pertunjukan teater, galeri cipta, atau Graha Bakti Budaya yang kaya dengan sajian musikal atau tarian.

 

 

 

Witri Prasetyo AjiReview FilmTransformasi Bioskop Bersejarah Menjadi Bioskop XXI Mewah Ibukota   Ibukota Jakarta memang gudangnya hiburan sejak puluhan tahun lalu. Hal ini tentu tak mengejutkan. Namun, hiburan-hiburan yang ada di setiap sudut ibukota mengalami perkembangan yang begitu pesat dalam kurun waktu yang relatif singkat. Tentu, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di propinsi Jawa....Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments