REVIEW FILM HOROR : GERBANG NERAKA (GOLD, GLORY DAN GOSPEL)

 

REVIEW FILM HOROR : GERBANG NERAKA (GOLD, GLORY DAN GOSPEL). Sebenarnya aku sama sekali enggak pernah berencana nonton film horor yang satu ini. Soalnya, dari judulnya “neraka” saja aku sudah ngeri. Apalagi liat pemainnya ada Julie Estelle, so pasti nih film horor serius dan bakalan bikin aku ngeri-ngeri sedap. Masih kebayang ngerinya Kuntilanak, kan?

Etapi, Kamis tanggal 21 September sehari setalah Gerbang Neraka resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia, aku ada kepentingan ke Solo sama Pak Wendi. Hobi nonton Pak Wendi lagi kumat, tanpa rencana akhirnya kami nonton nich film. Hahahah…

Kami datang sejam sebelum film di mulai. Kupikir sich bakalan antri panjang mengingat nich film baru tanyang sejak kemarin, eh ternyata jalan kami mah lenggang selenggang beli Tiket Jakarta Aquarium #nggaknyambungbanget. Hohoho…

Setelah tiket di tangan, kami berdua akhirnya makan dulu. Etapi, setelah makan dan masih ada waktu longgar, enggak ada salahnya kan kalau mamah muda ini liat-liat koleksi Fashion Muslim Terbaru #kodekerasbiardibeliin.

Dan… tarraaa… waktunya nonton…

Review Film Horor Gerbang Neraka

Gerbang Neraka ini bisa dibilang ngeri-ngeri sedap. Etapi, sehabis nonton enggak ninggalin bekas seperti Danur yang sampai rumahpun berasa masih diikutin. Padahal kan ya, Danur sama Gerbang Neraka ini sama-sama berlatar di Jawa Barat, etapi sehabis nonton Gerbang Neraka tuh aku biasa saja. Mungkin karena Gerbang Neraka ini lebih fokus ke sejarah dan petualangan kali, ya?

Baca : Review Film Horor Danur

Nonton Gerbang Neraka tuh aku seperti terombang-ambing di lautan luas, ikut berimajinasi dan sok tahu menebak-nebak jalan ceritanya tapi sayangnya tebakanku salah besar. Yang adegan Tomo Gunadi (Reza Rahardian) masuk ke rumahnya nyari Lila (anaknya) tapi Lila enggak ada malah ada sosok hantu tanpa mata dan pakai kalung bertuliskan Lila. Terus, Tomo naik ke lantai 2 dan ada kobaran api seperti neraka. Dan ternyata itu hanya mimpi.

Dalam anganku saat itu, mimpi Tomo itu ibarat petunjuk agar Tomo segera keluar dari profesinya sebagai wartawan majalah Ghoib yang isinya Cuma tipu-tipu. Seperti pas awal film ini diputar, Tomo sok ngeliput acara paranormal yang sedang mengusir “makhluk” di taman. Eh nyatanya, itu Cuma kerja sama Tomo sama tuh paranormal.

Aku bisa berfikir gitu, petunjuk agar Tomo segera keluar dari pekerjaannya karena isteri Tomo, menggugat cerai Tomo lantaran pekerjaan Tomo yang enggak baik. Bisa dibilang enggak halal, kan? Etapi, ternyata tebakan aku salah total.

Okey dech, kalau gitu langsung aku cerita ajah yah soal film ini dan sorry kalau bakalan spoiler.

Gerbang Neraka ini film horor rasa petualang dan sejarah. Bercerita tentang Gold, Glory dan Gospel yang berlatar di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Semua berawal dengan adanya temuan Gunung Padang yang katanya bukanlah gunung, melainkan sebuah piramid yang usianya 5000 SM. Bahkan, Piramid Gunung Padang ini dipercaya sebagai piramid tertua di dunia. Dan seperti awal pembukaan film Gerbang Neraka, di awal film memang diceritakan tentang manusia purba 5000 SM yang tengah mengadakan upacara di dalam Piramid Gunung Padang. Di tengah upacara tersebut, tiba-tiba ada gempa dan tewaslah semua manusia purba ditu di dalam piramid Gunung Padang.

Sebagai seorang arkeolog, Arni Kumalasari (Julie Estelle) bersama seorang profesor Theo Wirawan (Ray Sahetapy), ingin menggali lebih dalam dan menguak rahasia tentang Gunung Padang. Dan tentunya, doktor Arni sama sekali tidak percaya dengan adanya bau klenik atau tahayul-tahayul yang menurutnya tidak akan membawa Indonesia lebih maju.

Maka, Arni dkk pun melakukan penelitian mengenai Gunung Padang. Tomo sebagai wartawan pun awalnya mengajak Arni untuk bekerja sama, namun Arni menolaknya karena dia tidak percaya dengan tahayul.

Tomo beserta wartawan lainnya juga ikut memantau penelitian Gunung Padang. Bagi Tomo, berita Gunung Padang adalah harta karun yang bisa dijadikan berita besar.

Selain Arni dan Tomo yang tertarik dengan Gunung Padang, adalagi seorang ahli spiritual, yaitu Guntur Samudera (Dwi Sasono). Penampilannya yang serba hitam dengan perawakan tinggi gagah memang pas banget—menurutku. Sosok Guntur Samudera ini adalah sosok ahli spiritual yang juga punya acara televisi Malam Jum’at. Hampir sama sebenarnya dengan Tomo, wong acara tivi Guntur juga ada yang mengada-ada.

Kalau boleh jujur, sosok Guntur ini sebenarnya yang bikin ngakak di antara kengerian selama film berlangsung. “Aku Guntur Samudera, dari sukma sejagat, akan kuseret roh jahat kembali ke akherat” duh, dialog Guntur ini bikin aku tergelitik, apalagi Guntur yang ngucapin. Hahah… LOL

Tomo dan Guntur sama-sama menawarkan kerja sama ke Arni, tapi kembali lagi Arni menolaknya. Alasannya sama, Arni tidak percaya dengan hal-hal yang berbau klenik (tahayul). Dan sebenarnya, Tomo juga tidak percaya dengan hal-hal seperti itu. Wong dia bekerja di majalah Ghoib ajah karena dia butuh uang dan pengen banget ngebahagiain Lila. Sebenarnya Tomo ini kan wartawan politik, tetapi dia dan majalahnya dibubarkan karena menguak kasus korupsi.

Oh ya, sebenarnya sosok Tomo ini adalah sosok ayah yang sangat menyayangi anaknya. Apapun bakalan dia lakuin demi Lila. Dan bekerja sebagai wartawan di majalah Ghoib juga demi Lila. Cari duit yang banyak buat masa depan Lila. Aku suka banget sama kasih sayang dia ke Lila. Cuman kurang suka sama cara kerjanya ajah…

Kembali ke cerita film, penelitian Gunung Padang terus berlanjut meskipun ahli kunci Gunung Padang sudah mengingatkannya. Hingga akhirnya satu persatu arkeolog dan salah satu wartawan meninggal.

Kejadian diawali dengan meninggalnya Profesor Theo yang dikira meninggal karena sakit jantung. Padahal, meninggalnya Profesor Theo karena dibunuh sosok Badura (hantu raksasa manusia purba).

Setelah kematian Profesor Theo, disusul lagi kematian seorang wartawan yang mabuk-mabukan lalu kencing sembarangan. Kematian wartawan ini diduga kecelakaan, padahal sama, dia dibunuh sosok Badura.

Sahabat Arnipun juga meninggal dengan tak wajar. Mulut menganga dan penuh dengan belatung. Melihat kematian sahabatnya yang tak wajar, Arni baru percaya dengan adanya hal-hal ghoib hingga akhirnya dia menerima tawaran Tomo dan Guntur.

Di sini, Arni seorang arkeolog berperan sebagai sosok yang mampu membaca tulisan-tulisan kuno, sementara Tomo berperan dengan riset-risetnya. Dan Guntur, dia sebagai paranormal yang mampu merasakan kehadiran makhluk astral di sekitarnya. Hingga akhirnya, mereka menemukan pintu masuk piramid Gunung Padang.

Petualangan dimulai. Setelah berhasil memasuki piramid Gunung Padang dan Arni bisa mengambil salah satu benda yang berada di dalamnya, hingga keluarlah Badura dan meneror mereka bertinga.

Sosok Badura ini selalu menampilkansimbol Gold, Glory dan Gospel. Melalui tulisan-tulisan di zaman purba dan mampu dibaca Arni sekaligus menilik kitab-kitab yang dimiliki Guntur, sosok Badura ini mewakili 3 hal yaitu Gold, Glory dan Gospel yang bakalan mengantar mereka ke pintu neraka yang ada di dalam piramid Gunung Padang. Dan Arni, Tomo serta Gunturlah yang mampu menutup pintu tersebut. Secara, Gold yang artinya materi seolah mampu diwakili sosok Tomo yang selama ini memang kehilangan tujuan hidup dan hanya mencari materi semata demi anaknya, Lila. Sementara Arni yang selama ini selalu mengejar ilmu pengetahuan tanpa mau percaya dengan hal-hal berbau klenik ini bisa diartikan gospel karena saat ini gospel tidak berarti tentang agama saja. Sementara sosok Guntur yang menginginkan kejayaan atau kekuatan seolah menggambarkan, Glory.

Arni, Tomo dan Gunturpun akhirnya kembali masuk ke Gunung Purba dan berniat menutup pintu neraka. Petualangan kembali dimulai. Hingga muncullah sosok Badura dan berperang dengan Guntur. Adegan ini menurutku sich nanggung, soalnya Guntur kayak enggak perang melawan hantu, melainkan perang melawan makhluk biasa. Apalagi sosok Badura yang sebelumnya terlihat seperti raksasa (dalam bayangan-bayangan) kok tiba-tiba terlihat nyata dengan tubuh tinggi dan cungkring malah kayak kurang gizi. Etapi… meskipun Guntur mampu melawan sosok Badura, akhirnya Gunturpun tewas.

Arni dan Tomo kembali melanjutkan perjalanan, dalam petualangan ini dia berperan sebagai arkeolog yang mampu membaca sandi/tulisan yang ada di dalam Gunung Padang. Hingga Tomo dan Arni menemukan pintu neraka. Butuh perjuangan untuk menutup pintu neraka ini. Saat Tomo mau menutup pintu neraka, langit berwarna merah seolah menggambarkan kejadian alam. Dan adegan Tomo menutup pintu neraka ini berlangsung agak lama. Tomo dihadapkan dengan sosok dajjal. dan dalam adegan ini, Tomo berbincang-bincang, sang dajjal merayunya dan mampu meberikan apa saja untuk Tomo bahkan Lila, kecuali cinta. Nah, rayuan ini seolah menggoda iman Tomo. Tapi sebagai seorang yang mempunyai prinsip, Tomo mampu melawan rayuan dajjal dan menutup gerbang neraka. Hingga akhirnya, Tomopun tewas.

Dalam film ini, hanya Arni yang selamat.

Menurutku, film yang buat Pak Wendi dibilang biasa ini justeru banyak banget hal-hal yang aku dapatkan. Mulai dari soal situs Gunung Padang yang sebelumnya aku enggak tahu, gegara nih film aku malah sering browsing mencari tahu soal Gunung Padang. Terus soal percaya pada hal-hal gaib. Yah, zaman memang sudah modern sich, tetapi Indonesia memang sulit banget lepas sama yang namanya tahayul. Dan percaya enggak percaya, makhluk lain itu memang benar adanya. Hal lain yang aku suka lagi ya tentang kasih sayang Tomo ke Lila. Duh, itu bikin aku termehek-mehek…hahaha.

Okelah, 8 bintang dari 10 bintang untuk Gerbang Neraka.

Witri Prasetyo AjiReview FilmREVIEW FILM HOROR : GERBANG NERAKA (GOLD, GLORY DAN GOSPEL)   REVIEW FILM HOROR : GERBANG NERAKA (GOLD, GLORY DAN GOSPEL). Sebenarnya aku sama sekali enggak pernah berencana nonton film horor yang satu ini. Soalnya, dari judulnya “neraka” saja aku sudah ngeri. Apalagi liat pemainnya ada Julie Estelle, so pasti nih...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments