RESOLUSI 2018, MEMPERBAIKI HAL SEDERHANA UNTUK MIMPI YANG LEBIH TINGGI

Sudah pertengahan bulan Desember, 2 minggu lagi kita akan berjuma dengan bulan baru dan tahun baru. Berbicara tentang tahun baru, identik sekali dengan resolusi baru. Tentunya, setelah melewati tahun ini dengan suka duka dan penuh dengan pencapaian.

Resolusi tahun 2018 kali ini sederhana sekali kok. Selain melanjutkan resolusi tahun 2016 dan 2017 yang belum tercapai, memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama adalah resolusi utama saya di tahun 2018.

Saya percaya, jika saya memperbaiki hubungan saya dengan Allah, niscaya Allah juga akan memperbaiki hubungan saya dengan sesama. Jika saya memperbaiki ibadah saya, niscaya Allah juga akan memperbaiki hidup saya.

Sebelum saya menuliskan apa resolusi saya di tahun 2018 nanti, sekilas saya ingin flashback ke resolusi 2017. Resolusi tahun 2017 yang Alkhamdulillah, dari 5 resolusi itu keempatnya sudah saya dapatkan. Dari keinginan menyelesaikan skripsi yang tertunda selama 3 tahun, keinginan punya buku yang terbit mayor, punya smartphone baru untuk menunjang aktivitas saya, sampai dengan keinginan jalan-jalan yang sebenarnya di Aamiini suami tapi sayangnya hanyalah waktu saja yang belum berpihak.

Baca : Resolusi Tahun 2017 Diajeng Witri

Tahun 2017 ini,banyak suka duka yang saya lalui. Banyak permasalahan yang saya hadapi, dan nyaris membuat saya gila. Banyak sekali ujian-ujian yang akhirnya melahirkan karma yang indah. Buku novel terbit mayor dan mendapatkan gelar S.Kom adalah karma terindah untuk tahun ini. Sementara nyangkut sebagai pemenang hiburan di beberapa lomba adalah pemanis yang kian menyulutkan semangat saya agar bisa belajar menjadi lebih baik lagi.

Banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di tahun 2017. Pembelajaran yang paling saya ingat adalah tentang KEIKHLASAN. Saya harus ikhlas dengan kehidupan saya. Ikhlas atas masa lalu yang hitam. Ikhlas pada akhirnya saya berkuliah di Universitas Boyolali. Sebuah universitas baru di kota kelahiran, sebuah universitas yang mempertemukan saya dengan Pak Wendi (lagi), sebuah universitas yang memeprtemukan saya dengan para pejuang skripsi. Di mana adik tingkat yang saya temuai adalah orang-orang yang memperjuangkan hidupnya tanpa menjadi beban bagi orang tuanya. Sementara saya? Saya malu. Saya malu pada diri sendiri. 7 tahun kian berlalu, saya masih saja ngedumel, kenapa saya Cuma kuliah di sini? Kenapa?

Tuhan Maha Tahu, tahu yang terbaik bagi saya. Kalau kala dulu Tuhan mengabulkan permintaan saya, saya kuliah di tempat lain, mungkin saya tak akan menjadi saya yang seperti ini.

Sementara ujian lain datang dari orang-orang terdekat. Orang yang saya pikir adalah teman yang terbaik, kadang malah bisa jadi mereka adalah musuh yang berbaya. Pun sebaliknya, orang yang terkadang saya pikir jahat, justeru dia adalah sahabat yang terbaik buat saya.

Ikhlas. Bersyukur. Dari ujian-ujian itu saya belajar ikhlas dan bersukur.

Di tahun 2017, saya tak hanya mensyukuri karena novel saya terbit dan saya lulus kuliah. Tapi saya juga bersyukur atas rejeki yang Tuhan berikan. Alkhamdulillah, tahuun 2017, fee untuk job-job yang berhubungan dengan blog pun naik. Memang masih receh, tapi setidaknya nominalnya sudah lebih besar dari dulu.

Banyak sekali nikmat dan pembelajaran hidup yang saya dapat di tahun 2017, di tahun ini tentunya saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
1. Saya ingin memperbaiki kualitas hidup. Memperbaiki hubungan saya dengan Allah. Selama ini saya merasa kalau saya semakin jauh dari Allah. Saya masih suka meningglkan sholat wajib, saya jarang menjalankan sholat sunnah, jarang puasa sunnah, jarang pula mengaji, sedikit sedekah. Saya mungkin lebih banyak meminta daripada memberi. Jadi, saya berharap, tahun 2018 saya bisa menjadi manusia yang lebih dekat dengan Allah. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Aamiin.
2. Selain ingin memperbaiki hubungan dengan Allah, saya ingin memperbaiki hubungan dengan sesama. Dimulai dari keluarga, menjadi anak yang berbakti pada orang tua, menjadi isteri yang nurut sama suami, menjadi ibu yang baik untuk anak dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Saya sadar betul, saya terkadang masih membangkang kalau orang tua atau suami nasehatin. Saya masih mudah marah dan menaruh dendam pada sesama yang pernah menyakiti saya. Saya berharap, tahun ini saya akan menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih ikhlas dan kebih mensyukuri hidup.
3. Bisa lebih berbahagia. Dengan hati yang lebih ikhlas dan penuh syukur, Insya Allah saya akan lebih bahagaia. Dimulai dari yang sederhana, SAYA MEMAAFKAN DIRI SAYA SENDIRI DAN ORANG-ORANG YANG MENYAKITI SAYA. Kata yang sederhana, tapi butuh perjuangan untuk mengungkapkan dan mempraktekkannya.

Ketika hal tersebut adalah resolusi utama saya yang ingin sekali saya wujudkan. Sementara resolusi lainnya—yang mungkin lebih keduaniawian—adalah :
1. Menjadi blogger profesional. Saya tidak tahu apa itu blogger profesional, yang jelas adalah blogger yang bisa jadi panutanlah. Saya sadar betul, selama ini saya belum mampu jadi blogger profesional. Saya masih blogger ecek-ecek yang haus akan ilmu. Media kit, kartu nama, konten kreatif, dan lainnya adalah modal penting yang belum saya miliki. Saya masih suka menulis sesuai dengan mood, masih suka menadi deadliners yang penting asal posting. Dan mungkin, banyak sekali postingan saya yang unfaedah banget. Jadi, tahun 2018 nanti saya berharap sudah punya media kit, kartu nama, bisa belajar membuat konten kreatif, pageview tak lagi merangkak, DA/PA mulai menggendut, rajin blogwalking dengan ikhlaslah ya… ☺


2. Bekerja dengan profesional. Bekerja di dunia nyata dengan lebih profesional. Bekerja dengan lebih ikhlas.
3. Kembali menulis fiksi. Mendengar kabar kalau naskah di ACC, terus tanda tagan MoU itu sangat menyenangkan. Saya berharap, tahun 2018 nanti bakalan melahirkan buku yang terbit mayor lagi. Aamiin.
4. Mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Entahlah, yang jelas dalam hati dan pikiranpun punya keinginan untuk mendapatkan pekerjaan (dunia nyata) yang lebih baik dari saat ini.
5. Banyak waktu buat traveling/jalan-jalan. Bahkan saya sudah membuat list mau ke mana saja. Semoga ada waktu. Karena tahun 2017 ini jalan-jalan banyak yang tertunda. Tak lain karena waktu saya dan Pak Wendi yang liburnya tidak bersamaan.

Itulah keinginan-keingin sederhana saya yang menjadi resolusi 2018. Keinginan untuk mencapai impian yang lebih tinggi lagi. Yah meskipun keinginan saya sebenarnya banyak sekali. Dari ingin punya anak lagi, ingin punya rumah sendiri, ingin punya mobil sendiri, ingin kuliah lagi, ingin beli kamera, ingin beli leptop. Argh, bicara soal keinginan tidak akan ada habisnya.

Baca : Wishlist Sederhana di Lazada dari Seorang Mama Muda

Resolusi itu tak akan terwujud jika saya sakit. Untuk mewujudkan resolusi-resolusi itu adalah dengan adanya umur panjang dan jiwa raga yang sehat. Apalagi dahulu saya pernah punya pengalaman sakit yang akhirnya membuat kuliah saya tertunda dan nyaris enggak akan kuliah. Maka dari itu, saya punya tips agar selalu ON dan menjaga kesehatan :
1. Tidak terburu-buru saat makan : makan dengan dengan santai dan rileks itu membantu pencernaan berjalan dengan baik dan makanan yang dikunyah dengan sempurna, masuk ke perut secara perlahan dan stabil, membuat proses penyerapan nutrisi berlangsung secara maksimal. Ingat, proses pencernaan berawal dari mulut.
2. Memperhatikan menu dan porsi makan : saya ini adalah seorang yang tidak suka sayur, saya lebih suka makan makanan garingan atau tanpa kuah. Makanan seperti itu sebenarnya kurang baik buat kesehatan, maka dari itu saya selalu mengkonsumsi buah-buahan. Sementara soal porsi makan, saya terbiasa makan dengan porsi yang kecil namun sering. Kalau saya makan dengan porsi langsung besar, perut bakalan sakit dan saya muntah. Makanya saya selalu stabil makan dengan porsi kecil.
3. Jalan kaki dan olahraga kecil : jalan kaki setiap hari meski hanya keliling rumah. Seminggu sekali saya juga senam atau kalau enggak ikut gerak jalan di sekolah.
4. Pola tidur yang cukup : saya mulai membiasakan pola tidur yang cukup. Sedikit mengurangi hobi begadang. Bahkan kalau perlu, saya tidur lebih awal dan berusaha bangun lebih awal juga.
5. Mengkonsumsi vitamin : soal vitamin ini, saya bukan orang yang sembarangan. Sebelum akhirnya saya memutuskan mengkonsumsi Theragran-M, saya tanya sana-sini soal Theragran-M. Yups, saya kurangi minum kopi tapi saya mengkonsumsi Theragran-M.

Kenapa Theragran-M?

Banyak sekali multivitamin, tapi kenapa saya memilih Theragran-M? Karena Theragran-M merupakan suplemen yang digunakan untuk memberi vitamin pada pra dan pasca operasi, atau masa penyembuhan. Dengan dilengkapi Vitamin A 10000 iu, vitamin B1 10 mg, vitamin B2 10 mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 5 mcg, vitamin C 200 mg, vitamin D 400 iu, Ca pantothenate 20 mg, K iodide 150 mcg, Fe 12 mg, Mg 65 mg, manganese 1 mg, copper 2 mg, Zn 1.5 mg yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral setelah sakit. Seseorang yang sedang dalam penyembuhan tentu sangat memerlukan banyak vitamin yang dibutuhkan agar tubuh kembali fit. Theragran-M bukanlah obat, akan tetapi suplemen yang mengandung nutrisi, vitamin dan mineral terbaik dalam batasan kecukupan gizi yang sudah disetujui oleh Badan POM. Theragran-M bermanfaat untuk membantu metabolisme tubuh bekerja dengan baik serta bermanfaat untuk kesehatan.

Selain itu, Theragran-M ini juga bisa dikonsumsi olah ibu hamil dan ibu menyusui, Karena pada dasarnya wanita hamil dan ibu menyusui membutuhkan asupan tambahan vitamin dan mineral dari sumber lain selain makanan/minuman yang dikonsumsi, sehingga Theragran-M tetap dapat dikonsumsi.

Theragran-M juga bisa dikonsumsi setiap hari sesuai dosis anjuran yaitu sehari sekali 1 kaplet Theragran-M sewaktu atau sesudah makan. Untuk membantu melarutkan vitamin dan mineral yang terkandung di dalam Theragran-M supaya terhindar dari gangguan kesehatan, sebaiknya mengonsumsi cairan yang cukup (2 – 2,5 liter sehari), sehingga dapat terhindar dari masalah kesehatan.

Oh ya, Theragran-M ini vitamin yang bagus untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit. Makanya, sehabis sakit, jangan takut mengkonsumsi Theragran-M.

Mengkonsumsi Theragran-M setiap hari, apakah tidak ada efek sampingnya?

Pada beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit pada lambung (Maag, Gastritis) terkadang timbul rasa mual, karena Theragran-M mengandung Vit. C 200 mg. Untuk itu disarankan agar mengonsumsi Theragran-M segera setelah makan untuk menghindari iritasi lambung.

Memangnya, apa sih manfaat Theragran bagi tubuh?

Seperti cerita awal saya tadi, saya pernah sakit dan enggak mau sakit. Saya butuh tubuh yang strong agar bisa melaksanakan aktivitas saya sebagai seorang isteri, seorang ibu, seorang karyawan dan seorang blogger. Jangan sampai saya sakit, banyak tugas domestik maupun tugas kantor yang harus saya selesaikan. Makanya saya mengkonsumsi Theragran-M, karena :
Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit
Mengandung banyak vitamin dan mineral

Kemasan Theragran-M

Dikemas dalam 1 amplop yang berisi 4 tablet. 1 amplop seharga 20 ribuan dan bisa didapatkan di apotek terdekat atau bisa juga dibeli secara online.

 

Itu adalah tips sederhana saya agar selalu ON dan sehat. Sehat itu mahal harganya, jangan sampai kita sakit dan kehilangan banyak kesempatan berharga.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Theragran-M.

Witri Prasetyo AjiCompetition#My2018Resolution,#TheragranMRESOLUSI 2018, MEMPERBAIKI HAL SEDERHANA UNTUK MIMPI YANG LEBIH TINGGI Sudah pertengahan bulan Desember, 2 minggu lagi kita akan berjuma dengan bulan baru dan tahun baru. Berbicara tentang tahun baru, identik sekali dengan resolusi baru. Tentunya, setelah melewati tahun ini dengan suka duka dan penuh dengan pencapaian. Resolusi tahun 2018 kali...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments