Site icon diajengwitri.id – Lifestyle Blogger

UNTUK SAHABAT

UNTUK SAHABAT

Aku bernyanyi untuk sahabat…. Aku berbagi untuk sahabat… Kita bisa jika bersama…

Sahabat bukan mereka yang datang di kala kesuksesan hinggap, tapi adalah mereka yang selalu merangkul disaat kesalahan itu menyelimuti.

Sahabat juga bukan mereka yang selalu mengiyakan apa mau kita, tapi mereka yang berani membantah apa yang tak baik untuk kita.
Sahabat bukan mereka yang menggonggong di belakang kita, tapi mereka yang berani menegur setiap langkah yang sering kali salah.

Ya… sahabat. Dia tak terlahir dari darah yang sama, tapi dia hanya orang lain yang terkadang mempunyai ikatan lebih erat dari saudara. Dan seandainya aku boleh berteriak, aku tengah merindukanmu sahabatku : Mama Hani, Ruben, Dian, Rini, Uun dan Ajeng.


Tulisan ini aku persembahkan untuk sahabat masa SMA…


Awal memasuki sekolah itu, aku sama sekali tak pernah membayangkan jika akhirnya kisahku akan penuh warna dengan kehadiran kalian. Aku terlampau sedih memasuki sekolah itu, bukan inginku. Tapi kalian? Membuat semua berbeda dan selalu membuatku bersemangat untuk bersekolah. Karena kalian, masa remajakupun penuh dengan warna laksana pelangi. Tiada patah hati, tiada duka karena semua kalian sulap menjadi suka. Kita bersama, kitapun mengukir cerita…

Argh, andai kalian tahu betapa aku merindukan kisah yang telah usai 8 tahun yang lalu. Andai kalian tahu bagaimana aku menghalaui sepi tanpa teman berbagi. Dan andai lainnyapun terus datang silih berganti. Meski banyak mereka yang datang, tapi maaf, mereka tak mengerti aku seperti kalian tahu apa mauku…

Aku berubah. Iya. Aku telah berubah. Aku bukan lagi boneka ceria penuh semangat. Mungkin aku telah bereinkarnasi menjadi monster pembawa masalah. Mungkin aku bukan lagi seorang yang selalu senang berbagi. Aku terlalu menikmati semua dengan kesendirian.

Aku kesepian, semenjak Tuhan mempertemukan kita pada waktu untuk berpisah. Aku kecewa, aku terluka, tapi tak semua tahu apa yang sebenarnya aku rasa.

Argh… ini bukan lagu penuh rintihan. Ini hanya sekelabat kerinduan yang lama aku pendam dan inginku ungkap. Dan atas nama kangen, aku ingin berjumpa dengan kalian sebelum Tuhan memanggil kita. Aku ingin berpeluk dan melepas kecewa bersama. Meski aku tahu, di luar sana kalian sudah pasti punya sahabat lain yang mungkin lebih baik dariku.

Tapi… satu pintaku, aku mohon jangan lupakan aku… 🙂

Comments

comments