DARI ANYANG-ANYANGAN SAMPAI PIPIS DARAH

 

DARI ANYANG-ANYANGAN SAMPAI PIPIS DARAH. Sewaktu saya kecil dulu, saya sering sekali mengalami anyang-anyangan. Konon katanya, penyebab anyang-anyangan adalah karena minum air mentah atau kurang matang (tidak mendidih) memasak airnya. Bukan itu saja, anyang-anyangan biasa menyerang di kala hujan datang. Entah ini suatu mitos atau ada penjelasan ilmiahnya, sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya. Katanya, memang begitu.

 

Sementara setelah dewasa, saya jarang mengalami anyang-anyangan. Sekalinya mengalami anyang-anyangan, itu tatkala hamil tua Baby Juna. Katanya sih perempuan hamil tua memang biasanya mengalami anyang-anyangan karena usia kandungan yang semakin membesar, berat bayi semakin besar maka akan menekan bagian kantung kemih. Bagian kantung kemih yang tertekan tadi akan menimbulkan keinginan buang air kecil dengan sering. Walaupun urin yang ada di dalam kantung kemih jumlahnya jauh lebih sedikit. Dan jika kantung kemih tersebut tertekan, maka ibu hamil biasanya akan merasakan gejala ingin buang air kecil secara terus menerus.

Dan ternyata, anyang-anyangan pada ibu hamil yang tidak segera diatasi itu bisa beresiko pada bayi yang dikandungnya. Anyang-anyangan yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.  Wow, mengerikan sekali, kan?

 

Bahkan, saya juga baru tahu belum lama ini kalau 5 dari 10 wanita pernah mengalami infeksi saluran kemih yang gejala awalnya sering disebut anyang-anyangan atau rasa ingin buang air kecil namun hanya sedikit yang keluar. Dan secara anatomi, ternyata saluran kemih wanita lebih rentan diserang bakteri jahat E-coli. Apabila tidak segera ditangani, hal ini akan mengakibatkan infeksi saluran kemih.

 

Dan belum lama ini, saya kembali mengalami anyang-anyangan. Padahal saya tidak tengah mengandung.

 

Malam itu, saya merasakan perut bagian bawah terasa sakit. Sebentar-sebentar ke belakang, dan pipis saya Cuma sedikit-sedikit. Semakin sering saya ke belakang, perut bagian bawah terasa semakin sakit. Itu berlanjut sampai keesokan harinya. Dan esok hari saat bangun tidur, saya merasakan sakit sekali saat pipis. Betapa kagetnya saya, pipis saya berwarna merah. Takut itu pasti. Saya enggak mau sakit, anak saya masih kecil. Berbagai keparnoan pun menghampiri.

 

Saya masih bolak-balik ke kamar mandi. Tapi perut bagian bawah tak sesakit tadi. Saya banyak sekali minum air putih, sampai pipis saya berwarna putih. Akan tetapi, ketakutan itu tetap menghampiri. Apalagi sewaktu remaja, ginjal saya pernah bocor. Saya takut kalau ginjal saya bermasalah kembali.

 

Perut bagian bawah memang sudah tak sakit lagi, tapi terkadang pipis saya masih berwarna merah. Saya browsing, saya takut seandainya ginjal saya terganggu atau ada infeksi saluran kemih.

 

Sore harinya, saya bersama suami pergi ke dokter yang menangani saya sewaktu ginjal saya bocor dan saat saya mengidap hepatitis. Saya menjalani berbagai pemeriksaan. Mulai dari test urin yang ternyata masih mengandung darah meskipun warna uri saya kuning. Kemudian ginjal saya di cek dan saya juga menjalani cek darah. Tak ada masalah. Cuma saya harus banyak minum. Dan sore itu, saya tidak dikasih obat, melainkan diberi surat pengantar agar esok hari saya menjalani USG biasa. Awalnya, saya minta rujukan ke dokter kandungan yang menangani saya sewaktu hamil, tapi kata dokter, USG kali ini berbeda dengan USG kehamilan. Sayapun menurut. Dan agar esok hari mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, saya disuruh berpuasa hingga esok menjalani pemeriksaan.

 

Esok hari saya izin ngantor, saya langsung ke rumah sakit. Berasa ngeri melihat antrian yang mengular. Hingga akhirnya saya memilih tidak menggunakan BPJS agar saya cepat mendapatkan penanganan.

 

Setelah saya mendaftar dan menyerahkan surat rujukan dari dokter, saya di suruh ke bagian Radiologi. Di sana saya menyerahkan surat rujukan dan beberapa surat dari bagian pendaftaran. Saya kembali disuruh ke kasir untuk membayar, kemuadian disuruh kembali lagi ke bagian Radiologi dan menunggu antrian dipanggil. Okelah saya menurut. Meskipun sebenarnya saya gemes, karena saya tidak suka menunggu.

 

Agak siang, akhirnya saya dipanggil oleh salah satu petugas rumah sakit dan masuk ke ruang Radiologi untuk menjalani pemeriksaan. Tidak ada apa-apa, pun dengan saluran air kencing. Di sini, saya merasa sedikit lega.

 

Setelah mendapatkan hasil yang belum saya buka sama sekali, saya kembali ke tempat praktek dokter yang menangani saya. Saya menyerahka hasil lab-nya.  Dan ternyata… ada kista sebesar 1,9 cm. Saya diberi resep obat. Ada dinding di saluran menih yang terluka karena gesekan kista tersebut. Saya bertanya, apa penyebab adanya kista? Apakah keturunan? Karena alm. Nenek saya juga pernah punya kista? Atau karena saya sering sekali minum kopi?

 

Dokter menjelaskan, kista itu bukan penyakit keturunan. Minum kopi setiap hari juga tak bermasalah. Setiap orang memang berpotensi mempunyai kista.

 

Dokter juga memberi rujukan, agar ‘kapan-kapan’ saya kembali periksa ke dokter kandungan, apakah kista itu masih ada. Dan dokter juga menyarankan, agar sebaiknya saya tidak KB. Karena sejak ada Baby Juna, saya menggunakan KB Suntik 3 bulanan.

 

Sejenak, mengenal Infeksi saluran Kemih

Berawal dari pengalaman, akhirnya saya mulai mengenal dan mempelajari soal Infeksi saluran kemih ini ternyata juga sangat berbahaya sekali karena apabila tidak segera diobati dan dibiarkan berlarut-larut, infeksi saluran kemih ternyata bisa menimbulkan komplikasi yang tergolog serius, seperti contohnya :

  1. Ginjal (pielonefritis akut ) : nyeri pada pinggang belakang atas, demam tinggi, mual, muntah
  2. Kandung kemih (sistitis) : perasaan tidak nyaman pada perut bagian bawah, panggul serasa seperti ditekan, buang air kecil berulang kali dan terasa nyeri, serta adanya darah pada urine
  3. Saluran kencing (urethritis) : kemaluan terasa perih saat buang air kecil

 

Dari informasi di atas, saya sempat membatin, apakah 2 kakak sepupu (perempuan) saya mengalami infeksi saluran kemih itu awalnya dari anyang-anyangan, ya? Karena saya mempunyai 2 kakak sepupu yang pernah bermasalah dengan infeksi saluran kemih dan mereka harus menjalani operasi. Berarti anyang-anyangan itu sangat berbahaya sekali. Lantas, bisakah anyang-anyangan itu di cegah?

 

Apa Itu Anyang-anyangan

Anyang-anyangan adalah gangguan kesulitan saat buang air kemih sehingga urine yang dikeluarkan tidak lancar dan sedikit atau menetes saja. Bahkan, sering juga disertai dengan rasa sakit dan panas seakan-akan terbakar.

 

Kenali Gejala Anyang-anyangan

Anyang-anyangan memang tidak menimbulkan gejala yang spesifik, namun kita wajib waspada apabila merasakan gejala-gejala berikut ini :

  1. Hasrat berlebih untuk buang air kecil
  2. Buang air kecil lebih sering tapi yang keluar hanya sedikit
  3. Nyeri pada panggul
  4. Sakit buang air kecil
  5. Urine berbau menyengat, lebih pekat, bahkan terkadang mengandung darah
  6. Merasa lelah dan kurang sehat
  7. Demam

Ketahui, Wanita Lebih Beresiko Terkena Anyang-anyangan

Anyang-anyang sebenarnya bisa menyerang pria maupun wanita. Tetapi yang harus kita waspadai sebagai seorang wanita, ternyata anyang-anyangan lebih rentan menyerang wanita bahkan sampai berulang-ulang. Alasannya :

  1. Faktor genetis dan biologis. Beberapa faktor penyebab yang menjadikan penyakit anyang-anyangan adalah akibat bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Kurang terjaganya kebersihan organ kemaluan wanita yang bisa memicu masuknya bakteri E. coli ke dalam saluran kemih kita. Bakteri ini biasanya berasal dari dubur atau anus. Hal ini disebabkan uretra atau saluran kemih pada wanita yang meneruskan urine dari kandung kemih ke bagian luar tubuh terletak dekat dengan anus. Membilas dengan cara yang salah dari belakang ke depan mengakibatkan bakteri dari usus besar, seperti E.coli, dapat keluar dari anus dan masuk ke saluran kencing. Bakteri ini kemudian menginfeksi kandung kemih yang jika tidak segera diobati juga dapat menginfeksi ginjal.
  2. Wanita lebih berisiko mengidap anyang-anyangan karena saluran kemihnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
  3. Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi, terutama kontrasepsi diafragma dan spermisida.
  4. Memiliki kelainan saluran kemih bawaan sejak lahir yang menyebabkan urine tidak dapat keluar dari tubuh secara normal atau mengalir kembali ke kandung kencing sehingga meningkatkan risiko.
  5. Setelah masa menopause, risiko wanita terkena anyang-anyangan meningkat karena kurangnya kadar estrogen mengubah keadaan imun kandung kemih sehingga lebih rentan untuk terinfeksi.
  6. Menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat penyakit tertentu, seperti diabetes, sehingga menyebabkan tubuh tidak bisa melawan bakteri.
  7. Mengalami penumpukan urine pada kandung kencing akibat sumbatan pada saluran kencing seperti pembesaran prostat yang menekan saluran kencing atau batu ginjal.
  8. Orang yang menggunakan kateter untuk buang air kecil.

 

Setelah mengetahui apa penyebab anyang-anyangan, saya jadi tahu, kalau penyebab anyang-anyangan karena minum air belum matang atau karena cuaca hujan itu hanyalah fakta belaka.

 

Anyang-anyangan dapat terjadi pada satu dari dua orang, namun tetap ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit ini:

  • Hindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kandung kemih, seperti minuman ringan yang mengandung jeruk, minuman keras/alkohol, dan minuman berkafein.
  • Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan bakteri dan memperlancar pembuangan urine.
  • Setelah buang air besar atau kecil, basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing.
  • Segeralah buang air kecil dan konsumsi air mineral setelah berhubungan seksual.
  • Sebaiknya hindari menggunakan produk untuk area kewanitaan, seperti semprotan deodoran atau bedak yang berisiko menimbulkan iritasi.

 

Anyang-anyangan Dapat Diatasi

Meskipun anyang-anyangan lebih beresiko menyerang wanita, etapi jangan khawatir. Karena anyang-anyangan ini bisa diatasi.  Cara mengatasi anyang-anyangan adalah sebagai berikut :

  1. Lebih menjaga kebersihan

Ada baiknya kita perlu menjaga kebersihan. Apalagi bagi pasangan yang sudah menikah dan akan melakukan hubungan seksual. Ada baiknya, sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual, organ intim dibersihkan terlebih dahulu.

  1. Membilas dengan benar

Membilas dengan cara yang benar bisa menghindarkan anda dari infeksi saluran kemih. Kebanyakan orang menggunakan cara membilas yang salah yaitu dari belakang ke depan, padahal membilas yang benar adalah dengan cara depan ke belakang. Sehingga kuman dan bakteri tidak akan masuk ke vagina. Jika membilas dari arah belakang ke depan justru akan membawa semua kuman dan bakteri masuk ke dalam saluran kemih sehingga rentan menyebabkan anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih.

  1. Jangan menahan berkemih

Ternyata, menahan berkemih (kencing) justru bisa membuat seseorang terkena infeksi dikarenakan menahan berkemih bisa membuat bakteri E.Coli yang sudah menempel menjadi berkoloni semakin banyak.

  1. Memakai celana dalam ketat

Ada baiknya memakai celana dalam yang lebih longgar. Karena bakteri bisa muncul karena celana dalam yang ketat. Wanita yang sedang mengalami keputihan akan memiliki banyak bateri dan jamur di organ intimnya. Kondisi itu akan diperparah dengan penggunaan celana dalam yang ketat. Celana dalam yang ketat bisa menjadi penyebab anyang anyangan karena kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

  1. Mandi dengan air yang mengalir

Mandi dengan air yang mengalir ternyata bisa mencegah adanya infeksi saluran kemih. Alasannya adalah saat mandi menggunakan air yang mengalir kuman dan bakteri bisa luruh bersamaan dengan air yang diguyurkan. Sedangkan mandi dengan bath up bisa membuat kuman dan bakteri berada di dalam rendaman air di dalam bath up tersebut.

  1. Sering mengkonsumsi Cranberry

Proantocyanidin yang terkandung dalam buah Cranberry dapat mencegah bakteri E.Coli menempel pada saluran kemih. Sering mengkonsumsi buah Cranberry dapat menghindari kita terkena anyang-anyangan. Saat ini buah Cranberry sudah dapat ditemukan di pasaran dalam bentuk supplemen yang berisi ekstrak Cranberry.

 

Dan cranberry ini bisa kita dapatkan di produk Prive Uri-cran.

 

Mengenal Cranberry

Cranberry (Vaccinium oxycoccos) adalah tanaman jenis berry yang termasuk tanaman semak atau tanaman yang biasanya tumbuh liar. Tanaman cranberry memiliki banyak kesamaan dengan blueberry, hanya saja cranberry mempunyai warna merah tua. Buah cranberry yang tergolong ke dalam tumbuhan semak-semakan pendek ini banyak ditemukan di bagian utara Amerika dan Kanada. Konon, buah ini sudah diketahui khasiatnya sejak zaman nenek moyang suku Indian kuno, yakni sebagai obat luka akibat terkena panah. Beberapa tahun terakhir ini, cranberry populer digunakan sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah seriawan, dan sebagai antioksidan.

Cranberry mempunyai kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin dan memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol sehingga buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung.

Maka dari itu, setelah mengetahui apa itu anyang-anyangan, apa gejala dan penyebabnya serta tahu bagaimana caranya mengatasinya, yuk mulai sekarang biasakan hidup sehat dan cegah anyang-anyangan. Serta, jangan lupa mengkonsumsi Prive Uri-cran.  Kalau saya sich, selalu sedia Prive Uri-Cran.

Karena sehat itu mahal dan mencegah lebih baik dari pada mengobati.

 

 

Witri Prasetyo AjiCompetitionReview ProdukDARI ANYANG-ANYANGAN SAMPAI PIPIS DARAH   DARI ANYANG-ANYANGAN SAMPAI PIPIS DARAH. Sewaktu saya kecil dulu, saya sering sekali mengalami anyang-anyangan. Konon katanya, penyebab anyang-anyangan adalah karena minum air mentah atau kurang matang (tidak mendidih) memasak airnya. Bukan itu saja, anyang-anyangan biasa menyerang di kala hujan datang. Entah ini suatu mitos atau...

Comments

comments