KENAPA DAN BAGAIMANA MENGATASI WRITERS BLOCK

 

Hallo Gaes, Collaborative Blogging hadir kembali setelah beberapa purnama memilih absen. Wkwkw… Dan tema kali ini adalah writers block. Sebelumnya bisa dibaca postingan mak-emak lainnya tentang writers block.

Baca Punya Mak Anisa :

Penyebab Writers Block

Sebagai seorang blogger maupun penulis, pastinya pernah dong ngalamin yang namanya writers block. Saya mah, sering banget. Hahaha…lol. Nah, writers block ini terjadi biasanya karena kita MALAS, berada di zona nyaman, sibuk, banyak masalah maupun kecewa. Semua sebenarnya kembali kepada pribadi itu sendiri. Tapi, kalau kita membiarkan writers block terus bersarang pada tubuh, wes pastilah bakalan jadi racun dan bisa dipastikan blog jadi sarang laba-laba, karya juga enggak kunjung terbit. Kalau sudah gini, siapa yang rugi? Teman sudah menenteng karyanya, sementara kita?

Pengalaman writers block pada diri sendiri

Seperti yang saya jelaskan di atas, writers block terjadi karena MALAS. Iya, malas. Malas ini memang penyakit yang berbahaya. Tapi malas bisa diatasi kok kalau kita mau melawannya. Bayangin ajah kesuksesan-kesuseksan orang, yakin juga kalau kita bisa sukses, tapi yaaa jangan malas.

Kalau yang terjadi di diri saya, writers block enggak Cuma saya alami karena sayanya yang malas, tapi zona nyaman dan kesibukan di dunia nyata itu hlo yang kadang bikin enggak mau nulis. Kayak misal nih ya., habis lebaran, kumpul sama keluarga besar, dolan sana-sini, jangankan mau nulis, mau buka leptop ajah malas. Yang ada mak eksis di sosmed doang tapi blognya tidak terjamah. Ini sih masih mending yah, masih update di sosmed, siapa tahu dapat job ngebuzz. LoL

Ada yang lebih berbahaya dari malas, zona nyaman dan sibuk, yaitu KECEWA. Nah loh, ini racun yang paling berbahaya buat diri saya.

Buat saya pribadi, kecewa ini tuh yang bikin writers block. Kecewa sama pasangan, sama teman, sama teman-teman di sekeliling kita, etc. Saya tuh kalau sudah kecewa, jangankan mau nulis di blog atau nulis buku, nulis caption ajah syusah cint. Yang ada malah menuhin WA Story dengan status galau ala abegeh putus cinta. Duh duh…

Kalau sudah begitu, saya sih biasanya menikmati kecewanya dulu. Rehat dari dunia perbloggeran maupun persosmedan. Mau nangis ya nangis. Mau curhat ya milih teman yang enak diajak curhat. Soalnya saya kalau kecewa itu kadang Cuma mau didengerin ajah tapi enggak mau dinasehatin. Atau Cuma mau dihibur dulu tanpa mau cerita soal apa yang bikin saya kecewa. Dan Cuma sahabat yang mudheng karakter anehku yang satu ini.

Puas kecewanya, puas nangisnya, lalu saya milih baca buku atau blogwalking dan taraa… kembali ngeblog, kembali nulis. Apalagi kalau di beberapa WAG ada teman yang menang lomba, pada ngucapin syelamat, saya kan jadi nganan, eh ngiri ding…

Setiap blogger ataupun penulis, pasti kok pernah ngalamin writers block. Tapi jangan dibiarin yah. Nikmati saja sejenak, habis itu yuk berkarya kembali… J

Witri Prasetyo AjiInformationBlogging,KENAPA DAN BAGAIMANA MENGATASI WRITERS BLOCK,Writers BlockKENAPA DAN BAGAIMANA MENGATASI WRITERS BLOCK   Hallo Gaes, Collaborative Blogging hadir kembali setelah beberapa purnama memilih absen. Wkwkw... Dan tema kali ini adalah writers block. Sebelumnya bisa dibaca postingan mak-emak lainnya tentang writers block. Baca Punya Mak Anisa : Penyebab Writers Block Sebagai seorang blogger maupun penulis, pastinya pernah dong ngalamin yang namanya...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments