JANGAN JADIKAN SEKEDAR ANGAN, TAPI YUK MULAI RESOLUSI BISNIS 2019

.Bisnis?

Siapa yang tidak ingin mempunyai bisnis? Sebagai seorang anak yang lahir dan besar di keluarga yang mencari nafkah melalui bisnis, kedua orang tua saya selalu bertanya : KAPAN MEMULAI BISNIS?

Selama ini, mereka memang bangga dengan pekerjaan saya. Akan tetapi, mereka tetap mempunyai harapan jika saya juga mempunyai bisnis sendiri. Setidaknya, zaman now tidak bisa mengandalkan satu pekerjaan saja.

Orang tua juga pernah menasehati, bagaimana kalau membuka warung kelongtong? Bagaimana kalau buka toko pakaian? Sementara saudara ibu saya juga pernah menasehati saya agar membuka counter hape, warnet dan semua yang berbau IT seperti jurusan kuliah saya. Akan tetapi, jawaban saya masih sama : NANTI. Nanti yang tak tahu pasti kapan akan memulai meski dalam angan sudah terfikirkan. Sayangnya, selama ini saya masih saja jadi pengecut yang nyaman dengan status ‘pegawai’. Padahal, rasa ketidaknyamanan di kantor dengan beberapa rekan sering kali menghantui saya. Ada angan ingin resign tapi belum mendapatkan pekerjaan pengganti.

Sedikit cerita, beberapa waktu yang lalu saya ikut wawancara menjadi relawan demokrasi. Tapi lagi dan lagi, saya belum beruntung. Sewaktu wawancara, saya ditanya tentang apa pekerjaan saya. Saya jelaskan saja, saya adalah seorang kepala Tata Usaha, Operator Sekolah, Blogger, Buzzer dan Penulis yang sudah jarang menulis (fiksi). Lalu, saya ditanya, kenapa tidak menekuni dunia kepenulisan saja? Saya hanya tersenyum, dengan jawaban biar ilmu saya saat kuliah menjadi bermanfaat. Yah, karena menjadi TU dan Operator Sekolah, ilmu IT saya juga bermanfaat. Apalagi sekarang menjelang UNBK, menjadi proktor. Lagi dan lagi, seperti kembali duduk di bangku kuliah. Berteman dengan jariangan dan virtual box. Hehehe…

Terus, saya teringat impian beberapa tahun lalu. Ketika masih fokcus pada tulisan fiksi. Ketika setiap hari masih menulis cerpen maupun novel. Sering ditolak media maupun penerbit. Saya pernah bermimpi, kenapa tidak membuat penerbitan indie saja? Menerbitkan karya sendiri dan dipromosikan sendiri? Bahkan, saya juga sudah membuat nama penerbitannya yaitu Arjuna Publishing. Sudah cari tahu berapa biayanya ke notaris untuk membuat CV. Dan sudah googling juga, mencari percetakan murah. Dan sampai sekarang semua masih saja menjadi sebatas angan, karena akhirnya saya fokus ke dunia blogging. Yah, masih sama-sama menulis sih. Dan sekarang, saya merindukan tulisan fiksi karya saya sendiri.

Kembali ke angan yang ingin saya jadikan resolusi bisnis di tahun 2019. Ada 2 resolusi sebenarnya, yaitu ingin membangun bisnis penerbitan indie dan membuka toko di rumah.


Kenapa ingin membangun bisnis penerbitan indie?

Penerbitan indie adalah impian lama. Kalau ditanya, apakah bisa sukses dengan membangun bisnis penerbitan indie? Insya Allah. Banyak kawan-kawan penulis yang membangun penerbitan indie, dan mereka bisa dibilang  sukses. Contoh penerbitan indie yang sukses di mata saya adalah penerbitan AE Publishing punya Mbak Anisa dan Arsha Teen-nya Ariny N.H. Mereka bahkan bisa memberikan pekerjaan kepada orang lain.

 

Nah, jika saya bisa membangun bisnis penerbitan di tahun 2019, tidak muluk-muluk, saya ingin menerbitkan beberapa karya yang selama ini ditolak penerbit mayor dan berakhir ngendon di draf. Daripada tersimpan, biarkan saya terbitkan. Bismillah ya teman-teman, mohon doanya. Aamiin.

Kenapa ingin membuka toko di rumah?

Membuka bisnis toko atau bisa disebut juga warung kelontong. Jadi, sewaktu saya kecil, ibu saya mempunyai warung kelontong. Menjual aneka sembako dan jajanan gitu. Akan tetapi, semenjak saya masuk SMP, ibu memilih menutup warung kelontongnya. Yah, banyak tetangga yang berhutang. Alhasil, tidak balik modal.

 

Dari pengalaman itu, sebenarnya ada sih rasa trauma. Namanya hidup di desa, banyak tetangga yang belanja tidak bawa uang, diizinin ngutang tapi lama tidak dibayar, sementara kita juga butuh modal. Kalau tidak diizinin hutang, sudah pasti dibilang pelit.

 

Akan tetapi, melihat saudara sepupu yang bisa berhasil membangun bisnis toko kelontong, kenapa tidak? Kalau belum membangun bisnis sudah memikirkan rugi, ya kapan beraninya?

 

Dan saya juga melihat ada sebuah toko yang menyediakan aneka macam sembako tapi harganya miring. Tokonya itu rame banget. Terus saya mikir, kalau saya membuka toko di rumah dengan harga yang miring, pasti laris. Apalagi di desa saya tuh toko masih jarang. Kalaupun ada, harganya tidak miring.

Akhirnya saya cari tahu, ada tidak pusat grosir online yang menjual barang-barang lengkap tapi harganya miring? Iya, saya memang memilih beli online karena zaman now kan zamannya serba online. Hehehe… Ojek saja bisa online, apalagi berbelanja, yekan?

Terus saya ketemu dengan RALALI.COM. Apaan tuh Ralali? Ralali berasal dari ungkapan bahasa Jawa “Ora Lali” yang berarti “tidak lupa”, “Tidak Terlupakan”. Ralali ini juga mempunyai visi dan misi, hlo.

VISI RALALI

mempunyai visi untuk menjadi platform bisnis terbaik yang menghubungkan dan memberikan solusi bagi para pebisnis melalui teknologi digital.

MISI RALALI

misinya adalah untuk menjembatani pebisnis sukses melalui teknologi digital, mengembangkan teknologi digital yang handal dan user-friendly yang dapat dijadikan platform bisnis unggulan berkelas dunia, mengembangkan SDM yang handal di bidang teknologi digital & bisnis, dan membangun ekosistem pebisnis ke dalam Ralali.com.

Ralali.com adalah Online B2B Marketplace yang memberikan kemudahan proses transaksi jual-beli melalui teknologi dan fitur yang dapat membantu Seller dan Buyer melakukan proses bisnis lebih mudah, aman, dan transparan. Ralali menghubungkan pembeli, baik korporat maupun individu, dalam menemukan ribuan produk untuk kebutuhan bisnis dan perusahaan dari ratusan supplier ternama dan terpercaya.

Jadi, Ralali ini bukan sekedar pusat grosir online saja, melainkan juga distributor online. Menyediakan aneka barang yang dibutuhkan untuk restoran, kafe, kantor, sampai bengkel ada semua. Paket komplitlah. Dan harganya miring, terus banyak juga voucher potongan harga atau voucher gratis ongkir.

Kalau mau tahu tentang Ralali, bisa ceki-ceki ke webnya. Bisa juga daftar dulu akunnya. Caranya mudah kok :

  1. Menuju web Ralali .com
  2. Pilih menu daftar
  3. Ada pilihan, daftar pakai facebook atau google. Kalau saya daftar pakai akun goole/gmail
  4. Pilih email
  5. Jadi deh akun Ralali-nya. Mudah kan?

Kenapa sih harus Ralali? Kenapa tidak mencari pusat grosir online yang lainnya saja:

1. Credible

Ralali telah di percaya sebagai B2B Marketplace terbesar di Indonesia dan membukukan pendanaan dari investor terkemuka Asia. Ralali juga di gawangi oleh tim yang berpengalaman di.bidangnya.

2. Reliable

Dengan teknologi Ralali.com yang modern, berbelanja kebutuhan bisnis menjadi lebih cepat, aman dan transparan.

3. Relationship

Ralali adalah partner terdekat anda dalam berbisnis. Ralali mendukung dan membantu para pebisnis di Indonesia untuk tumbuh berkembang seiring dengan berjalannya waktu

Ralali ini sudah ada sejak tahun 2014, hlo. Etapi sayangnya baru tahun ini saya tahu tentang Ralali. Berikut perjalanan Ralali.

 

Berdiri sejak 2014, Ralali.com sekarang memiliki 11.000 vendor terpercaya, 135.000 pelanggan, 250.000 produk, dan 2 juta pengunjung dari seluruh Indonesia setiap bulannya.

Pada tahun 2016, Ralali.com bertransformasi ke pasar bisnis online (Ralali 2.0) dengan lebih banyak kategori seperti HoReKa(Hotel, Restoran & Kafe), Otomotif, Elektronik, Komputer & Komunikasi, Kecantikan, Alat Kantor, Bahan Bangunan, dan lain-lain.

Ralali menyadari bahwa setiap UMKM memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri, maka dari itu, bisnis model yang unik dibutuhkan untuk memberikan solusi yang tepat untuk setiap segmen, yang dimulai dari HoReKa, Otomotif, dan Bahan Bangunan.

Di tahun 2018, Ralali.com memperkenalkan pasar online vertikal (Ralali 3.0): Bisnis Inovasi Grup (BIG), dimana Ralali.com lebih mendalami siapa pelanggan kami dan menggunakan big data untuk memberikan solusi kepada UMKM agara kebutuhan bisnis mereka dapat terpenuhi.

DI MANA ADA NILAI-NILAI YANG ADA PADA RALALI.COM, YAITU :

Customer Obsessed
 
Keberhasilan customer adalah keberhasilan Ralali.com. Obsesi memberikan pengalaman terbaik bagi customer Ralali.com.
Agile
 
Cekatan, berani, tegas dalam mengambil keputusan dan pengelolaan resiko. Open minded selalu siap pada perubahan.
Respect
 
Saling menghargai dan menghormati dalam tutur kata dan tingkah laku. Mengupayakan suasana kerja kondusif & kolaboratif.
Excellence
 
Memberikan yang terbaik dari diri untuk keberhasilan bersama. Menjadi lebih baik setiap hari, haus untuk belajar dan berkembang.

Rudah ada gambaran tentang Ralali? Kalau saya sih sudah. Sudah punya gambaran bisnis belum? Kalau saya sih sudah. Kamu, bagaimana? Yuk wujudkan resolis bisnis di tahun 2019!

Witri Prasetyo AjiCompetitionRALALI.COM,RESOLUSI BISNIS 2019WITRI PRASETYO AJI Facebook Twitter Instagram JANGAN JADIKAN SEKEDAR ANGAN, TAPI YUK MULAI RESOLUSI BISNIS 2019 .Bisnis? Siapa yang tidak ingin mempunyai bisnis? Sebagai seorang anak yang lahir dan besar di keluarga yang mencari nafkah melalui bisnis, kedua orang tua saya selalu bertanya : KAPAN MEMULAI BISNIS? Selama ini, mereka memang bangga dengan pekerjaan saya. Akan...Personal Blog Witri Prasetyo Aji

Comments

comments